Edukasi Ziswaf Maksimalkan Potensi Zakat

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Pakar ekonomi syariah, Irfan Syauqi Beik mengatakan, untuk memaksimalkan potensi zakat di Indonesia di masa tatanan baru atau new normal harus terus melakukan sosialisasi dan edukasi tentang zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf) kepada masyarakat.

Edukasi tersebut menurutnya, bisa disampaikan dengan berbagai media, yakni bisa melalui dakwah, media sosial (medsos), dan lainya.

Edukasi pada masyarakat tersebut bukan hanya dijelaskan tentang kewajiban zakat, tapi juga harus menjelaskan cara membayar zakat yang benar. Misalnya, dengan mengajak masyarakat untuk berzakat melalui lembaga zakat.

“Dalam kondisi new normal ini, edukasi literasi ziswaf kepada masyarakat sangat penting untuk disampaikan. Jika terus digalakkan akan terjadi perubahan signifikan kenaikan zakatnya,” kata Irfan saat dihubungi, Senin (31/8/2020).

Menurutnya, edukasi zakat merupakan upaya meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menjalankan kewajiban berzakat, serta menggalakkan kebiasaan berinfak dan bersadaqah. Namun sayangnya pemahanan masyarakat dalam berzakat  masih sangat rendah.

Ini terbukti dari survai Pusat Kajian Strategi Badan Amil Zakat Nasional (Puskas Baznas), Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Kementerian Agama (Kemenag) terkait indek literasi zakat dan wakaf, aspek pemahaman masyarakat masih berada pada level menengah.

Artinya, kata Irfan, berabad-abad kita berzakat sejak kedatangan dakwah Islam sampai hari ini, ternyata pemahaman publik terhadap ziswaf masih rendah. Sehingga edukasi menjadi kunci untuk meningkatkan keterlibatan dan partisipasi masyarakat untuk menunaikan kewajiban ziswaf.

Dia berharap semua stakeholder dalam proses edukasi usaha kreatif dan masif perlu melakukan edukasi ziswaf menjadi penting. “Karena pemahaman itu adalah kunci yang bisa mendorong optimalisaai potensi zizwaf di Indonesia,” ujarnya.

Disampaikan lagi memang di masa pandemi Covid-19 ini pengumpulan zakat mengalami peningkatan.

Terbukti pada semester I 2020,  jelas dia, Baznas Pusat, pengumpulan ziswaf pada Januari hingga Juni 2020 mengalami kenaikan sekitar 46 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Naik 46 persen dibandingkan tahun lalu. Faktor kenaikan ini adalah sistem digitalisasi yang memudahkan masyarakat menjalankan kewajiban ziswaf,” kata Irfan Syauki Beik, yang merupakan Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas.

Menurutnya, saluran digitalisasi menjadi sangat penting karena ternyata kesadaran masyarakat mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Artinya, meskipun ekonomi mengalami kontraksi tetapi sebagian masyarakat ketika mereka mengurangi konsumsinya, malah untuk berbagi terdorong untuk meningkatkan donasinya.

“Namun meskipun pengumpulan zakat meningkat, edukasi ziswaf tetap harus gencar dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berzakat,” pungkasnya.

Lihat juga...