Ekraf Akan Terus Berkontribusi pada Perekonomian Dunia

Produk UKM, -Dok: CDN

SOLO – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, menyoroti perkembangan industri kreatif dalam negeri yang saat ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional.

“Tidak ada alasan kita menjadi orang yang tidak kreatif, karena pemerintah Indonesia telah memberikan dukungan penuh atas perkembangan sektor ini,” kata pelaku ekonomi kreatif, sekaligus Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS, Ahmad Adib, di Solo, Selasa (11/8/2020).

Ia mengatakan, industri kreatif ini harus dikembangkan semaksimal mungkin, terutama oleh kaum milenial.

“Sebagai salah satu sektor ekonomi yang dinamis, ekonomi kreatif diperkirakan akan terus memiliki kontribusi signifikan pada perekonomian dunia. Khusus di ASEAN, terdapat tujuh unicorn dan empat di antaranya berada di Indonesia, yaitu Gojek, Bukalapak, Traveloka, dan Tokopedia,” katanya.

Sebagaimana diketahui, dikatakannya, di Indonesia sendiri bidang ekonomi kreatif berada di bawah pengawasan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

“Terdapat 16 sektor ekonomi kreatif,di antaranya kuliner, fashion, kriya, musik, dan arsitektur. Ada tiga sektor unggulan yang menyumbang peran besar, yaitu sektor kuliner, fesyen, dan kriya,” katanya.

Ia mengatakan, data dari Kemenparekraf, tiga sub sektor lainnya seperti film animasi dan video, aplikasi dan permainan, serta musik menjadi tiga sub sektor lainnya yang menjadi prioritas, karena memiliki potensi ekonomi yang besar, namun belum berkembang.

“Dengan demikian, perlu diperhatikan dan digali bersama untuk memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik lagi untuk masyarakat lebih luas,” katanya.

Bahkan, dikatakannya, potensi ekonomi kreatif di Indonesia cukup seksi untuk tetap dioptimalkan, mengingat negara memiliki sumber daya yang memadai untuk mengembangkan industri yang baik.

“Salah satunya kaum muda menjadi harapan besar untuk bisa memaksimalkan pola pikir, sehingga bisa terus mengolah dan mengembangkan potensi yang ada,” katanya. (Ant)

Lihat juga...