Gebyar Pasar Laut, KKP Kenalkan 500 Produk Unggulan UMKM

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Dalam rangka menjaga geliat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merancang gebyar pasar laut.

Artati Widiarti, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Selasa (25/8/2020). Foto: Muhammad Amin

Kegiatan tersebut akan menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan akan mengikutkan 500 pelaku UMKM Unggulan dari seluruh Indonesia.

“Ini salah satu cara dalam menjaga geliat pelaku UMKM di Indonesia. Gebyar pasar laut digelar Oktober mendatang, saat ini kami melakukan persiapan dengan menginventarisir produk unggulan kelautan di tanah air,” ungkap Artati Widiarti, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Selasa (25/8/2020).

Dikatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, khususnya dari sektor kelautan dan perikanan agar lebih dikenal baik dalam dan luar negeri.

“Saat ini, KKP juga tengah menjaring UMKM unggulan dari total 60.000-an UMKM di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Melalui gebyar pasar laut tandasnya, penguatan daya saing produk ingin memberi ruang promosi bagi UMKM sekaligus mengajak masyarakat untuk bangga terhadap produk kelautan dan perikanan Indonesia.

Artati memaparkan, landskap produk unggulan sektor KP terdiri dari 35 persen edible produk utuh (hidup, segar, beku) meliputi udang, ikan, rajungan, kepiting, fillet dan ikan hias.

Kemudian 45 persen edible produk olahan (siap makan, siap saji) seperti bakso ikan, kaki naga, kerupuk, pempek, dan dimsum kemasan. Terakhir, 20 persen non-edible produk yang terdiri dari garam spa, kekerangan untuk kerajinan, rumput laut untuk farmasi dan kosmetik serta mutiara.

“Melalui gebyar pasar laut, akan mengenalkan bahwa produk kelautan indonesia sangat variatif serta masih banyak potensinya,” urainya.

Selain memberikan ruang promosi, Artati memastikan KKP juga menyediakan pendampingan, pelatihan, serta konsultasi bagi UMKM di sektor KP.

Bahkan, imbuhnya, kementerian yang digawangi oleh Edhy Prabowo ini juga menyediakan fasilitas bantuan pemodalan melalui dana Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Terkait akses pemodalan, silakan dibuka di https://bit.ly/aksesmodal_KKP,” sambung Artati.

Dia berharap sektor KP bisa menjadi penggerak ekonomi di masa pandemi Covid-19. Terlebih produk perikanan sangat baik dikonsumsi guna meningkatkan imunitas tubuh.

“Pandemi bisa menjadi peluang bagi pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan untuk mengembangkan usahanya, seiring dengan permintaan ikan yang semakin tinggi karena orang membutuhkan asupan gizi menyehatkan yang mampu meningkatkan sistem imun,” tutur Artati.

Lihat juga...