Guru: Mohon Sekolah Dibuka Kembali

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MALANG — Kebijakan pembelajaran secara daring dari rumah di awal masa pandemi covid-19 terpaksa harus dilakukan pemerintah guna meminimalisir penularan covid-19. Namun demikian, kebijakan tersebut dirasa kurang tepat jika masih diterapkan dalam kondisi saat ini dimana tempat-tempat keramaian sudah mulai dibuka.

Hal tersebut banyak dikeluhkan tenaga pendidik, salah satunya kepala sekolah TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 20, Renika Rasminingrum, S.Pd, yang justru mempertanyakan kebijakan pemerintah yang memperbolehkan mal dan tempat wisata untuk kembali dibuka, sementara sekolah masih belum boleh.

Menurutnya pembelajaran secara daring tidak menjamin siswa untuk terus berada di rumah. Pasalnya, tidak jarang anak-anak yang justru terlihat bermain, berkumpul bersama dengan teman-temannya tanpa menggunakan masker. Apalagi sekarang tempat wisata sudah dibuka.

“Daripada seperti itu kan lebih baik mereka masuk sekolah meskipun hanya sebentar saja. Kami juga tahu protokol kesehatan seperti apa yang harus diterapkan,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/8/2020).

Dikatakan Renika, jika nantinya sekolah sudah dibuka kembali dan pembelajaran bisa tatap muka secara langsung, pihak sekolah akan menyiapkan vitamin dan kurma untuk menjaga kesehatan siswa. Para siswa juga diwajibkan harus memakai masker atau faceshield, serta wajib sarapan dulu sebelum ke sekolah.

“Setiap siswa yang datang ke sekolah juga akan diperiksa suhu badannya dengan Thermogun dan harus dalam kondisi sehat. Siswa juga wajib cuci tangan ketika masuk sekolah dan saat akan pulang sekolah. Tidak perlu pakai seragam, pakai baju biasa saja agar bisa sering berganti baju,” imbuhnya.

Agar tidak terjadi kerumunan, pembelajaran cukup saja dan para siswa yang masuk sekolah akan digilir bergantian. Orangtua yang mengantarkan anaknya hanya boleh menunggu di luar saja.

“Jadi mohon pemerintah agar bisa membuka kembali sekolah khususnya TK,” pintanya.

Menurutnya, pembelajaran siswa di TK tidak bisa baku seperti siswa SD. Karena di TK bukan akademiknya yang diprioritaskan tapi yang diutamakan adalah karakter. Contoh sikap dan teladan yang baik dari para guru juga sangat diperlukan oleh para siswa untuk ditiru.

“Oleh sebab itu pembelajaran dengan tatap muka langsung sangat dibutuhkan karena peran guru tidak bisa digantikan dengan teknologi, apalagi guru TK. Kami disini mengajarkan mereka kerjasama, mengajarkan tanggung jawab dan mengajarkan mandiri,” sebutnya.

Jika tidak ada pandemi, di sekolah ini setiap bulannya ada pelajaran makan bersama dengan cara prasmanan. Jadi mereka bisa mengambil sendiri makanannya. Mereka diajarkan untuk mengatur sedikit banyaknya makanan yang akan dimakan dan diajarkan untuk berbagi dan tidak serakah. Mengajarkan antri dan sabar menunggu giliran kemudian mencuci piring sendiri mengajarkan kemandirian.

“Berbeda dengan kalau mereka berada di rumah. Orangtuanya ingin praktis langsung disuapin. Jadi mohon pemerintah agar bisa membuka kembali karena kami akan tetap menjalankan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Lihat juga...