Harga Jual Udang Ketak di Tanjung Jabung Barat Turun

Perahu nelayan udang ketak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat – Foto Ant

JAMBI – Nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi mengeluhkan turunnya harga jual udang ketak, dari Rp80.000 per-ekor menjadi Rp20.000 per-ekor.

“Harga jual udang ketak menurun drastis, pengepul membeli dari nelayan kisaran harga Rp20 ribu sampai Rp35 ribu untuk ukuran udang yang besar,” kata Effendy, salah satu nelayan di Tanjung Jabung Barat, Minggu (30/8/2020).

Biasanya, udang ketak ukuran besar dihargai Rp80.000 sampai Rp90.000 per-ekor. Sedangkan untuk udang ukuran paling kecil di hargai Rp5.000 per-ekor. Sementara saat ini, untuk udang ukuran kecil hanya dihargai Rp1.000 per-ekor.

Kendati harga jual udang ketak turun, nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tetap pergi mencari udang ke laut. Hal itu dikarenakan tidak memiliki mata pencaharian lain, yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Ya mau tidak mau tetap ke laut mencari udang, karena tidak ada penghasilan lain,” kata Effendy.

Turunnya harga udang ketak tersebut sangat berpengaruh terhadap pendapatan nelayan. Dan saat ini perolehan udang di laut harus banyak, jika tidak nelayan akan alami kerugian. Saat kondisi harga udang normal, dengan hanya memperoleh tujuh ekor udang ukuran besar, penghasilan nelayan dalam sehari berkisar Rp595 ribu. Namun untuk kondisi saat ini, dengan tujuh ekor udang ukuran besar, penghasilan yang diperoleh hanya Rp140 ribu. “Belum lagi modal membeli minyak untuk perahu, penghasilan bersih hanya berkisar Rp70 ribu, itu jika dapat udang, jika tidak, kita hanya bisa mengelus dada,” tandasnya.

Turunnya harga udang tersebut disebabkan pengiriman yang terbatas, karena terdampak pandemi COVID-19. Saat kondisi biasa, pengepul udang ketak di daerah itu tidak membatasi pembelian udang.  Sementara saat ini, pengepul udang di daerah membatasi pembelian karena pengiriman udang yang terbatas.

Ketua Kelompok Nelayan Sumber Rezeki, A.Roni mengatakan, kondisi tersebut sudah dialami sejak pandemi COIVD-19 terjadi. Meski harga udang ketak sempat mengalami kenaikan, namun tidak terjadi dalam kurun waktu yang lama. “Awal awal pandemi COVID-19 harga udang ketak menurun drastis, sempat alami kenaikan harga pada bulan Juli namun saat ini menurun lagi,” katanya.

Dia, berharap harga udang ketak dapat kembali normal, sebab hampir 50 persen warga di Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat penghasilannya dari mencari udang ketak di laut. Selain harga udang yang menurun drastis, kondisi cuaca saat ini juga tidak bersahabat. Pasalnya gelombang di laut saat ini dalam kondisi gelombang besar. Dengan kondisi tersebut untuk mencari udang ketak di laut lebih sulit. (Ant)

Lihat juga...