Hasil Tangkapan Nelayan Minim, Pelele Andalkan Ikan Budidaya

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Hasil tangkapan ikan laut nelayan di perairan Teluk Betung, Bandar Lampung minim sejak sepekan terakhir imbas fase bulan purnama. Hal tersebut membuat sejumlah pelele atau pedagang juga menjual ikan air tawar sebagai alternatif.

Nurhasanah, salah satu pelele menyebutkan, jenis ikan yang dijual meliputi nila, mujaer, gurami dan patin. Berbagai ikan air tawar disediakan dengan harga mulai Rp15.000 hingga Rp46.000 perkilogram.

Untuk hasil laut, ia tetap berjualan di pasar Gudang Lelang, Teluk Betung, Bandar Lampung yang sebagian merupakan stok dari cold storage yang dimiliki pengepul ikan. Komoditas lainnya meliputi kepiting, rajungan dan kerang.

Jenis kepiting, rajungan merupakan hasil tangkapan nelayan dengan sistem bubu tancap. Jenis kerang hijau merupakan hasil budidaya sejumlah nelayan di pesisir Lampung Selatan dan Pesawaran. Harga yang ditawarkan mulai Rp30.000 hingga Rp50.000 perkilogram.

“Meski pasokan ikan minim namun harga tetap stabil menyesuaikan daya beli masyarakat, lebih baik menjual dengan harga terjangkau agar bisa mendapat uang untuk modal selanjutnya,” terangnya saat ditemui Cendana News, Kamis (6/8/2020).

Nuryati, pedagang di pasar yang sama menyebut tetap menjual ikan laut meski stok terbatas. Minimnya pasokan ikan imbas nelayan yang melaut hanya kapal ukuran besar membuat ia menjual stok dari coldstorage. Jenis ikan laut yang dijual meliputi layur, parang, tuna, tanjan dan tengkurungan.

“Ikan stok dari coldstorage bisa jadi bahan pembuatan ikan giling untuk kuliner pempek, tekwan, kerupuk,” terangnya.

Pada kondisi normal hasil tangkapan nelayan melimpah ia bisa menjual sebanyak 500 kilogram ikan laut. Namun semenjak sepekan terakhir hasil tangkapan yang minim membuat ikan yang dijual hanya maksimal 250 kilogram.

Baharudin, nelayan tangkap dengan perahu jaring rampus mengaku fase bulan purnama mempengaruhi hasil tangkapan. Sebab berbagai jenis ikan laut memiliki sifat mendekati cahaya. Saat purnama cahaya bulan akan menyebar sehingga ikan sulit ditangkap.

“Fase bulan purnama akan berlangsung sepekan lebih namun masa istirahat menangkap ikan bisa dua pekan lebih,” paparnya.

Sebagian nelayan yang tetap melaut dominan dengan kapal lebih dari 30 GT. Sebagian nelayan dengan kapal kurang dari ukuran tersebut memilih istirahat melaut. Kerap mendapat tangkapan hingga satu ton selama dua hari melaut ia dan nelayan lain sementara tidak mendapat ikan. Masa istirahat digunakan untuk memperbaiki perahu dan alat tangkap berupa jaring rampus.

Lihat juga...