Ikan Hias Peluang Usaha Sektor Budidaya Ikan Air Tawar

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Sektor usaha budidaya ikan air tawar tak hanya memenuhi ikan konsumsi. Peluang usaha ikan hias mengikuti tren kegemaran masyarakat kembali bergairah.

Husni, pembudidaya ikan hias jenis cupang (betta), platis (Xiphophorus maculatus), gupi (Poecilia reticulata) menyebut tren kegemaran mulai muncul sejak tiga bulan lalu. Aktivitas di dalam rumah tanpa kegiatan sekolah membuat hobi memelihara ikan jadi alternatif.

Peluang tersebut ditangkap oleh Husni untuk memperbanyak indukan penghasil benih ikan hias. Memanfaatkan kolam semen dan terpal ia menyiapkan indukan yang bisa dipijahkan sekaligus menghasilkan benih. Setiap hari ia bisa menjual puluhan pasang ikan jenis cupang, platis dan gupi. Penghobinya merupakan anak anak yang didukung oleh para orangtua.

Media budidaya kolam semen disebut Husni memanfaatkan kemudahan pasokan air. Sumber air dari mata air atau sendang disalurkan memakai selang menjaga kualitas air. Hasil proses pemijahan selanjutnya dipindah untuk proses pembesaran di depan rumahnya memakai kolam terpal. Media kolam sederhana itu diberi daun ketapang,kiambang atau lemna minor.

“Saat proses pembesaran dari larva menjadi ikan siap jual kondisi media kolam harus seperti alami dengan meletakkan batu, daun ketapang sebagai tempat bersembunyi sehingga perkembangan ikan pesat dengan asupan pakan berupa cacing darah,” terang Husni saat ditemui Cendana News, Senin (3/8/2020).

Potensi budidaya ikan hias menurut Husni sekaligus menjadi hobi baginya. Sebab budidaya ikan air tawar jenis ikan hias butuh ketelatenan dan kesabaran. Memiliki sejumlah indukan ia mulai memiliki benih yang berkembang dengan varian warna dan bentuk menarik. Jenis ikan gupi dan platis menurutnya kerap disukai karena perpaduan warna menarik. Sementara jenis cupang kerap dijadikan ikan aduan selain warna menarik.

“Anak anak kerap bangga ketika memiliki ikan warna warni yang dipelihara sebagai pengisi kegiatan di rumah selama masa pandemi Covid-19,” cetus Husni.

Bisnis menurutnya menjadi nomor dua, sebab ia juga memiliki anak yang menyukai ikan hias. Setiap ikan dengan ukuran yang kecil menurutnya dijual mulai harga Rp5.000 hingga Rp6.000 sepasang.

Budidaya ikan hias jenis cupang, gupi dan platis menurutnya gampang gampang susah. Sebab habitat dalam kolam dibuat sealami mungkin dan dalam kondisi tenang. Lokasi budidaya ditempatkan di belakang rumah dan ketika siap jual akan dipindah pada kolam terpal. Meski siap jual kondisi kolam tetap dibuat seperti alami agar ikan tidak mudah stress.

“Karakter ikan cupang yang suka bertarung harus dipahami sehingga pemisahan mutlak dilakukan agar tidak rusak bagian ekor dan sirip,” cetusnya.

Husni membutuhkan tabung oksigen, plastik dan pakan untuk usaha penjualan ikan hias. Ikan yang terjual akan diberikan pakan ukuran kecil. Pemeliharaan serta penanganan saat dipindahkan kerap diajarkan pada anak anak. Pemisahan dengan aquarium atau toples, pakan teratur disarankan agar ikan bisa tumbuh dengan baik.

Hilaron, salah satu anak kelas 5 SD memilih membeli sepasang ikan platis. Ia menyebut dengan harga Rp6.000 ia mendapatkan sepasang ikan sementara sang adik bernama Natan memilih ikan gupi. Kegiatan memelihara ikan hias menurutnya sedang jadi tren di kalangan anak sebayanya. Kegiatan sekolah tatap muka yang ditunda sejak tiga bulan lalu membuat hobi memelihara ikan jadi pilihan.

“Koleksi ikan sudah ada puluhan ekor sebagian justru telah berkembang karena dipelihara pada kolam,” paparnya.

Ezranda, penyuka ikan cupang mengaku memelihara ikan untuk melatih kedisiplinan. Sebab pemberian pakan dengan pelet dilakukan secara teratur. Di sela sela mengerjakan tugas sekolah ia bisa memberi pakan ikan cupang yang memiliki warna menarik. Selain dengan pelet ukuran kecil pakan bisa memanfaatkan jentik nyamuk dan cacing darah yang mudah diperoleh pada selokan.

Karyadi, pedagang di pasar Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebut pembelian pakan meningkat. Sejak lima tahun silam ia telah menjual pakan untuk burung kicau, ayam, bebek dan ikan konsumsi. Saat tren ikan hias muncul kembali pelanggan yang kerap datang sebagian anak anak. Ia menjual pakan ikan hias mulai harga Rp2.000 yang telah dikemas hingga Rp5.000.

“Kebutuhan pakan ikan hias bagi anak anak terbatas namun rutin berbeda dengan pakan ikan konsumsi,” cetusnya.

Selain memenuhi permintaan pakan ikan hias permintaan pelet ikan konsumsi meningkat. Jenis pakan yang banyak dicari oleh pembudidaya untuk pakan ikan lele, nila dan mas. Pakan pelet menjadi alternatif karena ikan lele, nila dan mas secara alami bisa mendapat asupan pakan dari bekatul dan lumut. Tren budidaya ikan air tawar meningkatkan omzet hingga ratusan ribu hingga jutaan rupiah per hari.

Lihat juga...