Jalan Desa di Rantau Buta Kaltim Rusak Parah

Kondisi jalan di Desa Rantau Buta, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, masih berupa tanah. Bila hujan jalanan becek dan susah dilalui, Minggu (2/8/2020) - Foto Ant

SAMARINDA – Kepala Desa Rantau Buta, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Asran, meminta dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), untuk membangun infrastruktur jalan wilayahnya. Kondisi jalan sebagai akses utama di desa tersebut sangat memprihatinkan.

Menurut Asran, akses jalan di desanya konturnya berupa tanah. Sehingga ketika memasuki musim hujan susah untuk dilalui masyarakat. Selain jalan, Asran juga meminta dukungan pembangunan jembatan, dan kelistrikan. Sangat diharapkan jaringan PLN dapat masuk ke desa. Meski hanya berjarak hanya sekira 12 kilometer dari jalan poros Kaltim-Kalsel, daerah tersebut belum mendapatkan jaringan listrik.

“Alhamdulillah, saat ini desa kami menuju desa yang terang benderang. Bukan hanya siang, tetapi malam hari. Mimpi saya ini bukan hanya jadi khayalan, tapi sudah menjadi kenyataan dengan kehadiran Pak Gubernur,” ucap Asran, Minggu (2/8/2020).

Asran meyakini, di bawah kepemimpinan Gubernur Isran Noor bersama Wagub Hadi Mulyadi, akan semakin banyak desa terisolir, tertinggal dan terpencil, menjadi terang serta terbuka jalur aksesibilitas (jalan dan jembatan).

Gubernur Kaltim, Isran Noor mengatakan, permintaan warga Desa Rantau Buta agar pemerintah daerah membantu pembangunan jalan akses akan ditindaklanjuti. Dengan catatan, ada usulan dari Pemkab Paser. “Kalau Pemkab usulkan, nanti dibahas dan bisa direalisasikan melalui bantuan keuangan dari provinsi ke kabupaten,” kata Isran.

Isran menyebut, akses jalan di desa tersebut memang dalam kondisi memprihatinkan. Isran sudah langsung merasakannya, saat dia meninjau langsung untuk melakukan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat Off Grid 24 Kilo Watt Peak (KWP) di Desa Rantau Buta pada Minggu (2/8/2020).

Menurut Isran, fakta di lapangan kondisi jalan masih tanah liat dengan tanjakan terjal dan turunan curam. Bila hujan maka kondisinya tambah parah, karena jalanan becek sepanjang kurang lebih 12 kilometer. “Saya merasa berbahagia bisa datang ke sini. Dengan menempuh perjalanan seperti ini. Dulu, untuk bisa sampai ke sini hanya bisa lewat jalur sungai sampai ke Desa Rantau Layung, tapi sekarang bisa lewat jalan darat. Artinya kita harus tetap bersyukur,” ucap Isran Noor.

Isran menyebut, di 2012 jalan akses Desa Rantau Buta sudah di cor. Tetapi karena dipakai terus menerus, kondisinya kembali rusak seperti saat ini. (Ant)

Lihat juga...