Karena Pandemi Penjualan Kerajinan Getah Nyatu di Kapuas Turun

Kerajinan Getah Nyatu Toko suvenir 'ANTIK' milik Edy Bambang, yang berada di Jalan Kapuas Seberang II Kelurahan Dahirang, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas – Foto Ant

KUALA KAPUAS – Pandemi COVID-19, berdampak terhadap turunnya penjualan produk kerajinan berbahan getah nyatu (kerajinan berbahan baku getah pohon nyatu) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Tercatat penurunannya mencapai sekira 50 persen.

Kondisi tersebut dikeluhkan pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) di daerah itu. “Omzet penjualan produk getah nyatu di masa pandemi COVID-19 ini mengalami penurunan sekitar 50 persen dari hari-hari biasanya,” kata salah satu pemilik toko suvenir di Kuala Kapuas, Edy Bambang, Rabu (12/8/2020).

Toko suvenir ANTIK milik Edy Bambang, yang berada di jalan Kapuas Seberang II Kelurahan Dahirang, Kecamatan Kapuas Hilir, kini sepi pembeli. Hal tersebut berdampak pada aktivitas perajin getah nyatu yang terpaksa harus mengurangi produksi. Kondisi tersebut membuat 24 orang karyawannya untuk sementara waktu terpaksa tidak dipekerjakan.

Sedangkan produk getah nyatu yang telah diproduksi dijual seadanya untuk menutupi biaya operasional. “Selama pandemi COVID-19 ini tamu yang datang berkunjung ke Kapuas berkurang dibanding sebelumnya. Pengiriman barang-barang-pun juga berkurang, khususnya untuk keluar daerah karena menurunnya permintaan di masa pandemi ini,” tandasnya.

Edy mengatakan, usaha kerajinan getah nyatu ini sudah dibuka selama 33 tahun. Usaha ini, mulai dibangun sejak 1987 lalu dan berlangsung turun temurun dari orang tua hingga ke anak dan cucu. Hasil produk getah nyatu ini biasanya dijual secara online maupun offline. Kebanyakan yang datang ke toko membeli untuk dijual kembali.

Kerajinan getah nyatu dibuat secara industri rumahan, dengan dengan memberdayakan warga setempat. Penjualan kerajinan dimulai dari dalam daerah maupun luar daerah Kapuas, seperti dari Banjarmasin, Martapura, Provinsi Kalimantan Selatan, Balikpapan dan Samarinda, Kalimantan Timur. “Kami berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, di tengah dampak pandemi COVID-19 yang melanda hingga saat ini,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...