KBM Tatap Muka di Sikka Dimulai September

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, akan kembali dilaksanakan di sekolah pada September 2020.

Hal ini mendapat apresiasi dari anggota DPRD Sikka yang sebelumnya mendesak agar KBM tetap berlangsung di sekolah dengan penerapan ketat protokol kesehatan, setelah Kabupaten Sikka masuk zona hijau Covid-19.

“Saya sejak awal tidak menginginkan belajar berkelompok di rumah atau fasilitas publik, karena saya melihat prosesnya melanggar protokol kesehatan,”  kata Yosef Nong Soni, anggota DPRD Sikka, Kamis (27/8/2020).

Anggota DPRD Sikka, NTT, Yosef Nong Soni, saat ditemui Kamis (27/8/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Menurut Soni, daripada belajar secara kelompok di rumah tanpa kontrol guru dan orang tua, lebih baik dilakukan di sekolah karena ada guru dan petugas keamanan yang bisa melakukan kontrol.

Ia mengapresiasi langkah yang diambil Bupati Sikka yang mulai mengaktifkan kembali KBM di sekolah mulai September nanti. Tetapi, dia berharap agar penerapan protokol kesehatan dilakukan secara benar dan ada kontrol Satgas Covid-19.

“Harus ada kontrol oleh pihak sekolah, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (PKO) serta Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka, dengan melibatkan tim relawan yang telah direkrut,” tegasnya.

Sementara itu Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo,saat tatap muka bersama warga di Kecamatan Kewapante, menegaskan bahwa KBM akan mulai berlangsung di sekolah pada September 2020.

Menurut Robi, sapaannya, KBM dilaksanakan di sekolah karena Kabupaten Sikka sudah msuk ke zona hijau Covid-19, dan anak-anak kelas 1 dan kelas 2 yang belum bisa membaca dan menulis bisa dibimbing secar serius.

“Perlu ada Satgas Covid-19 di Komite Sekolah untuk mengontrol agar KBM bisa berjalan normal. Perlu juga diterapkan protokol kesehatan saat KBM, termasuk proses belajar mengajar dengan pola shift,” ungkapnya.

Robi menambahkan, segala aturan pelaksanaan KBM akan diatur di dalam surat edaran Bupati Sikka, serta penerapan protokol kesehatan standar untuk mencegah penularan Covid-19 wajib diterapkan saat KBM di sekolah.

Dengan adanya KBM tatap muka di sekolah, lanjutnya, dengan sendirinya kegiatan belajar secara daring akan ditiadakan, tetapi kegiatan pembelajaran melalui siaran radio akan dijadwalkan lagi.

Lihat juga...