Kekuatan Vietnam Minim, Polo Air Tidak Dipertandingkan di SEA Games 2021

Ilustrasi. Pertandingan cabang olahraga polo air  - Foto Ant

JAKARTA – Untuk pertama kalinya, pegiat olahraga polo air se-Asia Tenggara melangsungkan webinar, guna membahas nasib cabang olahraga tersebut yang terancam tidak dimainkan di SEA Games 2021 di Vietnam.

Webinar, yang digagas Federasi Olahraga Renang Asia Tenggara (SEASF) pada Rabu (5/8/2020) diikuti perwakilan polo air dari Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, Brunei Darussalam dan lain sebagainya.

Ketua Umum SEASF, Jeffrey Leow, membuka acara yang berlangsung Rabu (5/8/2020). Peserta webinar yang menjadi perwakilan Indonesia ialah, Sekjen SEASF Indonesia Harlin Rahardjo, yang juga menjabat Waketum PB Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI).

Dalam keterangan resminya, Harlin menjelaskan, insan polo air akan terus berjuang, agar bisa dipertandingkan di SEA Games 2021 Vietnam. “Tentu kita ingin sekali dipertandingkan, kita akan melobi NOC setiap negara, supaya polo air bisa dipertandingkan. Salah satu cara juga dengan membantu Vietnam, membina dan mengembangkan tim polo airnya,” jelas Harlin.

Ditambahkan Ridhwan, perwakilan dari Singapura, akan membutuhkan proses yang tidak mudah supaya polo air bisa dipertandingkan. “Tuan rumah Vietnam saat ini belum mau mempertandingkan polo air di SEA Games, karena memang tidak punya tim yang bagus. Untuk itu kita harus saling bantu, bagaimana caranya Vietnam bisa memiliki tim yang bagus. Kita harus bantu pembinaan dan pengembangan polo air di Vietnam,” tandas Ridhwan.

Untuk itu dalam webinar kali ini para pembicara juga menyusun langkah-langkah strategis, untuk pengembangan polo air di Asia Tenggara. Menanggapi belum meratanya perkembangan polo air di Asia Tenggara, Pelatih timnas Singapura, Dejan Milakovic menyebut, hanya ada turnamen dua tahunan SEA Games yang resmi digelar untuk polo air.

Sementara peserta rutin hanya lima. Selain itu kejuaraan resmi se-ASEAN baik junior maupun senior tidak ada. Dengan kondisi tersebut ia berharap, agar ada turnamen tahunan di Asia Tenggara selain SEA Games. Sehingga negara yang kemampuannya tertinggal bisa ikut mengejar.

“Bisa mencontoh ABL atau ASEAN Basketball. Jadi ada turnamen resmi junior dan senior untuk negara ASEAN setiap tahunnya selain di SEA Games. Ini bisa meningkatkan jumlah peserta pada SEA Games nanti. Dan tentu pembinaan polo air di Asia Tenggara berkembang. Ditambah dengan beberapa pelatihan dari pelatih, wasit hingga atlet,” pungkas Dejan. (Ant)

Lihat juga...