Kelompok Ternak Ngudi Rejeki Berharap Mendapat Pelatihan Pengolahan Pupuk

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Kelompok Ternak Ngudi Rejeki di dusun Kaliberot Desa Cerdas Mandiri Lestari Argomulyo Sedayu Bantul mengaku masih membutuhkan pelatihan maupun pendampingan terkait usaha pengolahan pupuk organik dari limbah kotoran ternak yang mereka jalankan.

Pasalnya menurut Ketua Kelompok Ternak Ngudi Rejeki, Rakimin, usaha pengolahan pupuk organik yang mereka jalankan sejak beberapa bulan terakhir, masih dilakukan secara tradisional.

“Proses pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik yang kita lakukan saat ini masih menggunakan cara yang sangat sederhana. Hanya sepengetahuan kita saja. Sehingga belum bisa optimal,” ujar Rakimin belum lama ini.

Rakimin menjelaskan proses pengolahan pupuk organik di kelompok ternak Ngudi Rejeki sendiri dilakukan dengan cara mencampur kotoran sapi menggunakan pupuk kompos serta garam. Setelah tercampur, kotoran sapi kemudian didiamkan selama 2 minggu, dan diaduk-aduk setiap 3-5 hari sekali hingga berusia 1 bulan.

“Setelah pengomposan sempurna, pupuk kotoran sapi kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Setelah kering barulah digiling menggunakan mesin, untuk kemudian dikemas dan dipasarkan,” katanya.

Pengolahan pupuk yang sangat sederhana, serta mayoritas masih dilakukan dengan cara manual itu dinilai membuat proses produksi menjadi sangat lama. Padahal kapasitas bahan baku, maupun permintaan pasar akan pupuk organik yang diproduksi Kelompok Ternak Ngudi Rejeki sejauh ini sudah cukup banyak.

“Karena itu kita berharap Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo maupun Yayasan Damandiri dapat membantu menggelar pelatihan-pelatihan agar kualitas SDM di kelompok ternak Ngudi Rejeki semakin meningkat,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui Kelompok Ternak Ngudi Rejeki menjadi kelompok ternak binaan Yayasan Damandiri sejak 2018 lalu. Melalui Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, kelompok ternak Ngudi Rejeki diberikan bantuan modal usaha berupa 15 ekor sapi indukan.

Hingga 2020 ini, perkembangan usaha ternak sapi yang dijalankan Kelompok Ternak Ngudi Rejeki berjalan dengan baik. Sejumlah sapi indukan telah berhasil menghasilkan anakan hingga beberapa ekor, sementara sebagian lainnya juga telah mulai bunting.

Melihat keberhasilan ini, para peternak yang tergabung dalam Kelompok Ternak Ngudi Rejeki lalu berniat mengembangkan usaha ternak mereka. Yakni dengan mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik. Rencana ini pun disambut baik oleh Yayasan Damandiri melalui Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, dengan memberikan pinjaman modal usaha.

Ketua Kelompok Ternak Ngudi Rejeki Rakimin tengah memeriksa peralatan pengemasan (foto : Dok CDN)

Dana pinjaman senilai Rp30 juta lebih digelontorkan Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo kepada Kelompok Ternak Ngudi Rejeki. Dana ini digunakan untuk mengadakan sejumlah sarana prasarana pendukung seperti membangun lokasi pengolahan pupuk, membeli alat mesin penggiling, memberikan upah pekerja.

Meski baru tahap awal uji coba, nyatanya inovasi usaha berupa pengolahan pupuk organik yang dijalankan Kelompok Ternak Ngudi Rejeki mendapat respon luar biasa dari masyarakat. Terbukti dengan adanya pesanan pupuk organik dari salah satu Gapoktan di Bantul mencapai sebanyak 5 ton.

Lihat juga...