Kemenkop UKM Harapkan UMKM jadi Dinamisator Ekonomi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) berharap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi dinamisator agar perekonomian Indonesia tidak terjebak dalam krisis.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan, dengan jumlah pelaku UMKM mencapai 99 persen, dan penyerapan tenaga kerja 97 persen serta kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) 60 persen.

“Maka dalam kelesuan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19, UMKM yang harus diselamatkan terlebih dulu agar bisa menjadi dinamisator ekonomi nasional,” ujar Teten, pada pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Kualitas SDM KUMKM di Daerah Penyangga Destinasi Super Prioritas Danau Toba di Simalungun Sumut, seperti dalam rilis yang diterima Cendana News, Rabu (26/8/2020) malam.

Saat ini menurutnya, modal UMKM tergerus akikat terdampak Covid-19 hingga pertumbuhan ekonomi menurun drastis. Ini dibuktikan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2020 minus 5,32 persen.

Untuk mampu rebound di triwulan III dan IV, pemerintah melalui Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah memberikan stimulus Rp 607,25 triliun, khusus Koperasi dan UMKM dianggarkan sebesar Rp123,46 triliun, yang terdiri dari insentif pajak (PPh Final UMKM DTP) Rp2,4 triliun, dan subsidi bunga KUR (Kredit Usaha Kredit) dan Non KUR sebesar Rp35,28 triliun.

Penempatan Dana Untuk Restrukturisasi UMKM Rp78,78 triliun. Imbal Jasa Penjaminan Rp 5 triliun, dan Pembiayaan Investasi kepada Koperasi melalui LPDB KUMKM sebesar Rp1 triliun.

Selain itu, ada program inisiatif lain dalam mendukung PEN, yaitu Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) telah meluncurkan kepada 1 juta pelaku usaha mikro dengan sebesar Rp 2,4 juta per pelaku usaha mikro yang tersebar di 34 provinsi.

“Targetnya sebelum akhir September sebanyak 9,16 juta pelaku usaha mikro akan menerima BPUM dengan total anggaran Rp22 triliun,” ujarnya.

Dengan adanya program BPUM ini, Teten berharap pelaku usaha mikro yang unbankable dapat menambah modal kerja serta melanjutkan usahanya.

Namun demikian, tambah dia, di tengah pandemi Covid-19 terbukti transaksi online meningkat. Saat ini baru 13 persen dari total 63 juta pelaku UMKM yang telah masuk ke dalam ekosistem digital.

Berdasarkan data Kominfo, per 31 Juli 2020, tercapai penambahan 1.415.602 unit UMKM, sehingga total 9,4 juta UMKM sudah Go Digital. “Artinya target 10 juta UMKM akan tercapai di tahun 2020,” pungkasnya.

Lihat juga...