Kenali Keluhan Tubuh yang Juga Merujuk pada Potensi Diabetes

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Saat gejala khas diabetes muncul, itu tidak berarti bahwa penyakit itu baru mulai ada di tubuh pasien. Tapi menunjukkan bahwa tubuh sudah tidak mampu mengkompensasi gangguan yang terjadi pada tubuh. Seharusnya, kewaspadaan sudah harus timbul, saat tubuh menunjukkan gejala lainnya yang juga dapat merujuk pada potensi diabetes.

Dr. Faizal Drissa Hasibuan, SpPD, KHOM saat dihubungi, Minggu (30/8/2020) – Foto Ranny Supusepa

Dr. Faizal Drissa Hasibuan, SpPD, KHOM menyatakan penyakit diabetes merupakan suatu kelainan metabolisme dalam tubuh, dimana tubuh tidak bisa mengolah kadar gula dalam darah sehingga terjadi peningkatan jumlah.

“Contohnya, gangguan pada insulin yang tidak mampu mengolah gula untuk masuk ke sel tubuh. Sehingga, terdeteksi berlebih pada darah,” kata Faizal saat dihubungi, Minggu (30/8/2020).

Ia menjelaskan bahwa diabetes memiliki gejala khas, yang bisa dijadikan identifikasi seseorang ditenggarai memiliki diabetes.

“Gejala khas itu adalah jika seseorang sering kencing dan setiap kencing dalam jumlah banyak sebagai akibat kerja gula darah dalam ginjal dan hormon diuretik, mudah haus dan lapar, serta adanya penurunan berat badan secara signifikan padahal tidak ada perubahan pola makan,” urainya.

Tapi, ia melanjutkan, jika gejala khas ini sudah muncul artinya seseorang itu sudah mengidap diabetes.

“Artinya, tubuhnya sudah berusaha melakukan kompensasi atas gangguan atau kerusakan yang terjadi tapi tidak cukup. Akhirnya tubuh memberikan sinyal melalui gejala ini,” urainya lebih lanjut.

Faizal menyebutkan ada gejala lainnya, yang bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang mengalami gangguan akibat kelainan metabolisme tubuh yang mengarah ke diabetes.

“Ada beberapa gejala, misalnya, sering merasakan gatal-gatal di tubuh padahal tidak memiliki riwayat alergi atau tidak habis terkena sesuatu yang bisa menyebabkan rasa gatal atau sering merasakan kesemutan atau baal (kebas) yang tiba-tiba hingga tidak bisa merasakan rangsangan pada daerah tubuh tertentu,” ucapnya.

Atau bagi yang sudah berpasangan, pihak laki-lakinya mengalami gangguan ereksi.

“Bisa juga, jika ada luka kecil tapi sembuhnya lama,” imbuhnya.

Kalau sudah ada gejala seperti ini, ia menyarankan sebaiknya mendatangi fasilitas kesehatan untuk melakukan pengecekan gula darah.

“Memang tidak setiap gejala lain itu merujuk pada diabetes. Tapi dengan dilakukan pemeriksaan fisik, yang dilanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium pada gula darah saat puasa dan dua jam setelahnya maka akan bisa dipastikan apakah seseorang itu mengalami diabetes atau tidak,” ujarnya lagi.

Jika memang tiga pengetesan itu tidak memberikan hasil yang memuaskan, dalam artian hasilnya meragukan, maka bisa dilakukan pengetesan ke-empat yaitu TTGD.

“TTGD itu adalah tes toleransi gula darah oral, yang biasanya dilakukan jika tiga tes sebelumnya meragukan atau bagi para ibu hamil,” ungkap Faizal.

Tidak seperti yang ditakutkan masyarakat terkait penyakit diabetes yang didapatkan dari keturunan atau genetis, ia menyatakan 75 persen diabetes itu disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.

“Ya, diabetes itu memang bisa diturunkan, yang umumnya sudah muncul pada umur muda. Tapi kalau sudah sekitar 30-an, mayoritas sudah disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat,” katanya lagi.

Yaitu, asupan mengandung gula berlebih yang dikombinasikan dengan tidak pernah atau jarang berolahraga.

“Ditambah dengan stres, ya akhirnya muncul lah diabetes ini. Jadi, jangan melihat kita masih muda atau tidak menunjukkan gejala yang khas, sebaiknya rutin melakukan medical check-up, setahun sekali bagi yang tidak ada keluhan. Karena deteksi dini, akan memudahkan perawatan dan pencegahan penyakit diabetes ini,” pungkasnya.

Lihat juga...