Kisah Sukses Pengusaha Arum Manis, Pernah Jadi Sales

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Seorang warga Sleman sukses menjadi seorang pengusaha makanan tradisional arum manis dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah setiap bulannya. Dialah Ardi Sehami (46) atau akrab disapa Haji Ardi lelaki asal NTT yang tinggal di Dusun Babadan, Kadipolo, Brebah, Sleman, Yogyakarta, 

Siapa sangka, lelaki lulusan Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, justru mengawali kariernya sebagai pengusaha sukses dengan terlebih dahulu menjadi seorang sales marketing selama beberapa tahun lamanya. Mulai dari sales produk kacang atom, ceriping pisang, roti, hingga arumanis.

“Sekitar tahun 1999, saat krisis moneter saya lulus kuliah. Karena saat itu sulit mencari pekerjaan sesuai bidang keahlian yang saya miliki, akhirnya saya memutuskan untuk bekerja sebagai sales marketing. Karena waktu itu hanya itu pekerjaan yang paling mungkin,” ujarnya kepada Cendana News, Selasa (25/8/2020).

Saat menjadi sales produk arum manis itulah, Ardi mulai berpikir untuk mencoba memproduksi sendiri arum manis untuk kemudian ia jual dan pasarkan sendiri pula. Alasannya memiliki produk arum manis sangat sederhana. Karena makanan tradisional arum manis banyak disukai berbagai kalangan, namun tidak banyak yang memproduksinya.

“Setelah saya cermati ternyata tidak semua daerah itu memiliki tempat produksi arum manis. Padahal  arum manis banyak disukai berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari anak-anak, remaja orang dewasa hingga orang tua. Karena memang cita rasanya yang khas,” ungkapnya.

Ardi Sehami (46) atau akrab disapa Haji Ardi pengusaha sukses arum manis yang tinggal di Dusun Babadan, Kadipolo, Brebah, Sleman, Yogyakarta, Selasa (25/8/2020). -Foto Jatmika H Kusmargana

Dari situlah Ardi kemudian mencoba mempelajari bagaimana cara membuat jajanan tradisional yang juga biasa disebut rambut nenek atau gulali itu. Selama berbulan-bulan ia pun terus melakukan uji coba hingga akhirnya berhasil menemukan resep atau racikan arum manis yang pas.

“Arum manis itu kan makanan tradisional asal Jawa yang terbuat dari gula, tepung terigu, serta minyak goreng. Kata arum sendiri sebenarnya berasal dari bau tepung yang digoreng hingga wangi sebagai tanda tepung hampir matang. Sementara kata manis berasal dari rasa manis gula,” jelasnya.

Meski merupakan makanan tradisional asal Jawa, namun menurut Ardi, arum manis juga banyak disukai orang Asia. Seperti Filipina, Malaysia, hingga China dan lain-lain. Hal itu pula lah yang mendorong Ardi semakin bersemangat menekuni usaha pembuatan arum manis miliknya.

Berkat ketekunan dan kesabarannya, Ardi kini bisa dikatakan telah sukses menjadi seorang pengusaha makanan tradisional arum manis. Selain memiliki 2 rumah produksi yang berlokasi di Kecamatan Kalasan dan Brebah Sleman, ia juga telah memiliki sedikitnya 68 orang karyawan.

Mampu memproduksi arum manis hingga mencapai sebanyak 5000-6000 pcs per harinya, Ardi  kini telah memiliki jaringan pasar berupa toko-toko retail di berbagai daerah untuk memasarkan produknya. Baik itu DIY dan sekitarnya, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Jawa Timur sampai Bali. Bahkan produknya juga telah diekspor hingga ke Amerika melalui tangan pihak ketiga.

Lihat juga...