KKP Kembangkan Desa Wisata Bahari Tasola Lombok Utara

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberi dukungan pengembangan potensi desa wisata (Dewi) bahari “TASOLA” (Tanah Song Lauk), di Dusun Jenggala, Tanah Song Lauk, Kecamatan Jenggala, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Aryo Hanggono, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, di Jakarta, Sabtu (29/8/2020). Foto: Muhammad Amin

“Butuh kerja sama berbagai pihak untuk membangkitkan kembali wisata bahari yang terdampak akibat gempa Lombok, termasuk melibatkan swasta dan perguruan tinggi,” Kata Aryo Hanggono, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, di Jakarta, Sabtu (29/8/2020).

Dikatakan, program pengembangan Dewi Bahari di Tanah Song Lauk, diinisiasi oleh warga yang berkeinginan untuk dapat memberikan nilai tambah bagi mereka. Wilayah Tanah Song Lauk, sebelumnya ikut terdampak oleh gempa yang terjadi pada 2018 lalu.

Saat ini wilayah tersebut dalam pengembangannya sudah didukung oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) melalui bantuan program pemulihan ekonomi. Kadin telah membangun berbagai sarana dan perbaikan rumah yang dipadukan dengan homestay.

Potensi wisata bahari, itu sendiri dapat dikembangkan karena sebelumnya sudah mendapat dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara, dengan mengizinkan tanahnya untuk dibangun. Sehingga awalnya KADIN bersama dengan masyarakat mengembangkan potensi wisata bahari di wilayah desa Tanah Song Lauk.

Direktur Jasa Kelautan, Miftahul Huda terpisah bahwa Dusun Jenggala berpenduduk 80 persen sebagai nelayan. Desa Wisata tentunya akan memberi pendapatan lain disamping mencari ikan bagi warga setempat.

Dengan melimpahnya produk perikanan, masyarakat berharap adanya olahan hasil ikan dan juga wisata kuliner yang dapat dikembangkan.

“Program Desa Wisata Bahari atau Dewi Bahari, yang dikembangkan oleh KKP dilakukan melalui tahap perencanaan di tingkat desa,” ujar Huda.

Huda menyampaikan adapun potensi yang dapat dikembangkan seperti kuliner dari hasil kebun dipadu hasil perikanan, potensi wisata bahari pantai, dan banyak hal lain yang bisa digali. Wisata Tasola diharapkan benar-benar menjadi harapan masyarakat desa, sehingga masyarakat merasa memiliki dan mempunyai semangat untuk mengembangkan potensinya untuk dapat meningkatkan pendapatan mereka.

Lebih lanjut dikatakan bahwa mengawali program Dewi Bahari konsep wisata kuliner menjadi bagian Perencanaan Pengembangan pada tahun 2020. Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut akan memberikan bantuan fasilitas wisata kuliner, sebagai kelanjutan dari pelatihan kuliner yang telah dilakukan KKP pada tahun sebelumnya dengan melibatkan akademisi dari Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, NTB.

Lihat juga...