Kondisi Museum Pejuang A.K Gani Memprihatinkan

PALEMBANG – Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa, prihatin melihat kondisi museum pahlawan nasional sekaligus pejuang Sumatra Selatan, Mayjen TNI (Purn) d.r A.K Gani yang kurang terawat serta halamannya dipenuhi sampah dan rumput liar.

Melihat kondisi memprihatinkan itu, Sekda Palembang ketika melakukan kunjungan ke museum tersebut, bersama istrinya, langsung memerintahkan petugas Dinas Kebersihan dan PRKP melakukan pembersihan.

Selain memberikan perhatian untuk melakukan pembersihan, dia juga berupaya membantu melakukan penataan dan pengembangan museum, agar layak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

“Museum A.K Gani memiliki daya tarik yang tinggi bagi wisatawan, untuk itu selain penataan dan pengembangan, perlu juga dipromosikan menjadi salah satu objek wisata sejarah,” katanya, Sabtu (8/8/2020).

Adnan Kapau (AK) Gani lahir di Pelambayan, Sumatra Barat pada 16 September 1905, dan wafat di Palembang pada 23 Desember 1968, jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Ksatria Ksetra Siguntang Palembang.

Bekas rumah pribadi A.K Gani dan istri, Masturah, yang dibangun di kawasan simpang BLK Kenten Sako, Palembang pada 1956 kemudian dijadikan museum.

Di museum tersebut, terdapat koleksi benda berkaitan dengan kiprah dr. A.K Gani di masa perjuangan kemerdekaan di Sumsel dan koleksi pakaian, alat kedokteran, alat perang, buku, foto, lukisan, mobil, dan alat komunikasi.

“Selain itu juga terdapat dokumen aktivitas Mayjen TNI (Purn) dr. A.K Gani selama memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Palembang, termasuk dokumen pembagian wilayah provinsi-provinsi di Sumatra dan pembangunan Jalan Lintas Barat Sumatra yang diinisiasinya pascakemerdekaan,” ujar sekda.

Sementara itu, Priyanti Gani, pengelola museum A.K Gani menyambut gembira atas kunjungan dan perhatian Sekda Palembang, Ratu Dewa, terhadap museum peninggalan orang tuanya itu.

“Saya berharap pemerintah daerah dan pusat memperhatikan serta membantu membenahi museum tersebut, karena kondisinya makin memprihatinkan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, orang tuanya, Mayjen TNI (Purn) dr. A.K Gani, mendapat gelar Pahlawan Nasional pada 2007 semasa Presiden Susilo Bambang Yudhoyo, dikenal luas sebagai seorang dokter, namun keahliannya di bidang politik, militer, seni, pemerintahan dan ekonominya diakui dalam sejarah Indonesia serta memiliki andil besar, karena menjaga Ir. Soekarno selama dua bulan di Palembang sebelum sang proklamator diasingkan ke Bengkulu.

A.K Gani menjadi orang pertama yang mengibarkan Bendera Merah Putih dan membacakan Teks Proklamasi di Kota Palembang.

Jabatan tertingginya, yakni menjadi Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Kemakmuran pada Kabinet Amir Sjarifudin I pada 1946 – 1948.

“Saat ini, namanya populer sebagai nama ruas jalan di berbagai daerah dan diabadikan menjadi nama rumah sakit militer Kesdam II Sriwijaya di kawasan Benteng Kuto Besak Palembang, karena orang tuanya sebagai Pangdam II Sriwijaya pertama sekaligus Gubernur Sumsel pada 1949,” kata Priyanti.  (Ant)

Lihat juga...