Konsumsi BBM di Jateng Meningkat Saat Libur Iduladha

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Perayaan hari raya Iduladha 1441 H, yang jatuh pada long weekend, turut berimbas pada kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Angka tersebut disumbang dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di sepanjang Tol Trans Jawa.

“Perayaan hari raya Iduladha pada 2020, yang bertepatan pada libur panjang dan kelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat, turut berpengaruh pada peningkatan konsumsi BBM selama libur Iduladha,” papar Pjs. General Manager (GM) MOR IV Jawa Bagian Tengah (JBT), Rahman Pramono Wibowo, di Semarang, Senin (3/8/2020).

Senior Supervisor Communication & Relations Pertamina MOR IV, Arya Yusa Dwicandra, saat ditemui di Semarang, Senin (3/8/2020). -Foto: Arixc Ardana

Dipaparkan, angka peningkatan tertinggi adalah pada hari Kamis (23/7/2020), atau saat menjelang malam takbiran. Peningkatan mencapai 47,9 persen untuk gasoil, dan 133,8 persen untuk gasolin, dibanding rata-rata konsumsi harian pada saat new normal atau hari-hari sebelumnya.

Sementara pada Jumat (24/7/2020), peningkatan rata-rata sekitar 25 persen untuk jenis gasoline, berupa pertamax series, pertalite dan premium, serta gasoil berupa bio solar dan dex series.

“Mudik Lebaran menjadi salah satu faktor peningkatan konsumsi BBM di Tol Trans Jawa. Kendati demikian, konsumsi BBM secara keseluruhan di wilayah JBT atau Jateng-DIY, masih stabil, belum menunjukkan peningkatan,” terangnya.

Berdasarkan data MOR IV, konsumsi harian rata-rata mencapai 4.000 kiloliter gasoil dan 10.500 kiloliter gasoline. “Angka tersebut tidak jauh berbeda dengan hari-hari sebelumnya pada saat new normal. Kami pastikan juga, stok BBM dan distribusi di wilayah kami berjalan aman dan lancar,” terangnya.

Sementara, Senior Supervisor Communication & Relations Pertamina MOR IV, Arya Yusa Dwicandra, menambahkan, jika tren konsumsi BBM pada libur Iduladha meningkat, hal berbeda justru terjadi pada konsumsi LPG.

“Justru untuk LPG, konsumsi selama liburan Lebaran Iduladha menurun, meski tidak banyak, sekitar 5 persen. Hal ini kita perkirakan karena masyarakat tidak di rumah, mudik, atau berpergian memanfaatkan liburan, sehingga tidak menggunakan LPG,” terangnya.

Namun secara keseluruhan, pada Juli 2020 konsumsi LPG tetap stabil seperti bulan lalu, di angka 4.000 – 4.100 metrik ton per hari.

“Sedangkan untuk avtur, mengalami peningkatan, seiring dengan pengoperasian bandara dengan jadwal pesawat terbang yang sudah mulai meningkat. Di Bandara Ahmad Yani Semarang, dari rata -rata konsumsi harian sebelum Covid-19 sebanyak 105 kiloliter per hari, sekarang ini sudah sekitar 35 kiloliter per hari. Jumlah ini sudah naik, dibanding dua bulan lalu yang hanya 19 kiloliter,” tandas Arya.

Peningkatan serupa juga terjadi di Bandara Adi Sumarmo Solo, meski belum signifikan. Dari rata-rata konsumsi 45 kiloliter per hari sebelum pandemi Covid-19, saat ini konsumsi harian sekitar 10 kiloliter.

Lihat juga...