KSU Derami Padang Pastikan Pencairan Pinjaman ‘Modal Kita’ Patuhi Prokes

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat, menetapkan ketentuan wajib mengikuti protokol kesehatan (prokes) bagi setiap orang yang melakukan pencairan pinjaman di tiap-tiap Kelompok Modal Kita yang tersebar di sejumlah tempat di Padang.

Manajer Umum Modal Kita KSU Derami Padang, Margono Okta, mengatakan, daerah Kota Padang bisa dikatakan daerah kawasan yang masih terjadi peningkatan positif Covid-19. Menyikapi hal itu, pengurus di KSU Derami telah menetapkan ketentuan wajib yakni harus mematuhi protokol kesehatan.

“Kita telah mewajibkan kepada seluruh masyarakat yang menjadi anggota Tabur Puja atau Modal Kita untuk menggunakan masker bila melakukan pembayaran maupun pencairan pinjaman modal usaha. Bahkan kita telah menetapkan skema baru untuk hal ini,” katanya, ketika dihubungi dari Padang, Senin (31/8/2020).

Skema baru itu adalah, untuk setiap ada pencairan pinjaman modal usaha, anggota baru tidak lagi harus datang secara beramai-ramai ke tempat kelompok atau Posdaya, tapi harus menunggu telepon dari Asisten Kredit (AK) yang bertugas dalam pencairan.

Artinya, dari setiap pengajuan yang masuk ke AK, terlebih dahulu disurvei dan setelah itu barulah dilakukan pencairan. Namun mengingat adanya situasi Covid-19, maka kondisi memastikan pengajuan diterima atau tidak, dilakukan via telpon.

“AK, pengurus, dan masyarakat yang datang wajib menggunakan masker serta tidak duduk dalam posisi berdekatan. Jadi di hari kas di Kelompok Modal Kita itu tidak boleh ada yang berkumpul,” ujar dia.

Meno mengaku bahwa dalam situasi seperti berinteraksi dengan masyarakat dalam situasi yang sifatnya kerumunan atau keramaian amatlah berisiko. Bahkan AK pun telah diminta untuk benar-benar jaga kesehatan dan masker adalah hal yang harus dipakai.

“Tidak hanya masker, bersalaman pun dalam situasi seperti ini juga tidak diharuskan antara AK dengan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, kendati ada skema baru itu, per pekannya di masing-masing Kelompok Modal Kita tidak terjadi penurunan pengajuan pinjaman modal usaha. Setidaknya per harinya itu ada 3-5 orang per pekannya yang mengajukan pinjaman modal usaha ke Modal Kita.

Setiap pengajuan yang masuk ke AK akan diproses terlebih dahulu, mengingat masing-masing Kelompok Modal Kita di Padang ini per pekannya hanya mendapatkan Rp15 juta pencairan modal usaha. Pembatasan jumlah pencairan ini juga bukan dikarenakan adanya Covid-19, tapi melainkan telah ada jauh sebelum terjadinya pandemi.

“Jadi saya berharap betul agar masyarakat benar-benar mematuhi protokol kesehatan yang telah ada. Kepada AK, juga diminta menegur masyarakat bila terlihat tidak menggunakan masker saat datang ke Posdaya atau ke Kelompok Modal Kita itu,” harapnya.

Sementara itu, Ketua KSU Derami Padang, Gusti Ayu Ratniati, mengatakan, sejauh ini Covid-19 belum mengganggu kinerja dari Modal Kita atau Tabur Puja. Tapi KSU Derami berupaya untuk melakukan langkah-langkah antisipasi supaya petugas di lapangan terhindar dari paparan virus Covid-19.

“Kita kan tidak tahu bagaimana kondisi kesehatan dari masyarakat maupun dari pengurusnya sendiri. Cara yang bisa kita lakukan ialah mewajibkan kepada mereka untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” jelasnya.

Ayu mengaku telah beberapa kali turun ke Posdaya atau Kelompok Modal Kita untuk memantau apakah betul sudah menerapkan protokol kesehatan. Nyatanya memang ada beberapa masyarakat yang tidak menggunakan masker saat datang ke Posdaya.

“Padahal Padang bisa dibilang belum aman. Tapi masyarakatnya malah ada yang abai soal protokol kesehatan. Dari kita sendiri telah sering mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa penting mematuhi protokol kesehatan,” sebut dia.

Lihat juga...