Kuartal II Negatif, Pemerintah Percepat Realisasi Belanja

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, belanja pemerintah kini menjadi langkah paling strategis dalam memulihkan ekonomi nasional, usai dipastikan mengalami kontraksi cukup dalam pada kuartal II 2020, yakni 5,32 persen dari PDB year on year (YoY).

“Percepatan dan optimalisasi belanja pemerintah melalui implementasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kini mejadi langkah paling strategis. Setelah itu semua berjalan, maka kita berharap akan terjadi peningkatan daya beli masyarakat,” ujar Airlangga dalam jumpa pers virtual, Rabu (5/8/2020).

Pemerintah sendiri telah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Komite tersebut dinilai mampu mempercepat jalur koordinasi dan pelaksanaan kebijakan dalam menangani pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional. Harapannya, berbagai perencanaan dan eksekusi kedua target kesehatan dan ekonomi dapat berjalan beriringan dan tercapai sekaligus.

Dari sisi kesehatan, pemerintah bertekad untuk memperbanyak testing, tracing, treat, serta memasifkan kampanye mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Ini harus disebarluaskan kepada masyarakat dengan melibatkan seluruh komponen di dalamnya. Pemerintah juga akan memperbanyak pengadaan obat, persiapan produksi dan distribusi vaksin hingga satu tahun ke depan,” tukas Airlangga.

Dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi, perlu upaya optimalisasi implementasi program PEN dalam memberikan dukungan kepada masyarakat dan kepada dunia usaha.

Sementara itu, upaya akselerasi implementasi modalitas PEN telah dilakukan dalam bentuk berbagai bentuk, di antaranya; Restrukturisasi dan penjaminan kredit modal kerja UMKM dan korporasi padat karya; Penempatan dana pemerintah di bank umum mitra dan BPD untuk selanjutnya kredit dikucurkan kepada sektor riil, UMKM dan dunia usaha; Dukungan bagi pemerintah daerah, salah satunya melalui pinjaman daerah; serta Dukungan insentif listrik bagi industri, bisnis, dan sosial.

“Indonesia bertekad bertahan dalam badai dan mengambil langkah dan program yang dikelompokkan dalam 3 kelompok, yaitu; Indonesia aman dan sehat; Indonesia berdaya dan bekerja, untuk menumbuhkan daya beli dan lapangan pekerjaan; Indonesia bertumbuh dan bertransformasi,” pungkas Airlangga.

Lihat juga...