Kuliner Sederhana Ala Pedesaan, Masih Diburu

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Makanan dengan menu sederhana ala pedesaan masih menjadi favorit masyarakat yang diburu pada setiap akhir pekan. Terlebih di tengah pandemi Covid-19, makanan sehat yang serba sayur menjadi menu yang dicari.

Hidangan sayur pakis, kluban dengan dilengkapi mendoan dan sambal pedas, cukup untuk memuaskan rasa lapar. Terlebih sayur pakis banyak mengandung vitamin, kalsium, zat besi serta serat yang sangat menunjang kesehatan tubuh di tengah pandemi.

“Sayur pakis itu lezat dan bergizi, namun tidak semua orang bisa memasak sayur pakis dengan tepat. Karena itu, jika ada warung makan yang menyajikan sayur pakis dan enak, pasti saya buru,” kata salah satu warga Kota Purwokerto, Hutrianto Hari Wijoyo.

Hutrianto menjelaskan, di tengah pandemi ia selalu menekankan kepada keluarganya untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Dan sayuran wajib dikonsumsi setiap hari.

“Kandungan vitamin A dalam sayur pakis sampai 80 persen, sehingga bagus untuk mata,  selain itu juga kandungan vitamin C sampai 50 persen, ini penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Vitamin C juga bisa mencegah tekanan darah tinggi,” tuturnya.

Penggemar makanan pedesaan, Hutrianto Hari Wijoyo di Baturaden, Sabtu (8/8/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Untuk memasak sayur pakis sendiri dibutuhkan perlakuan khusus, tidak seperti memasak sayur biasa yang cukup dicuci, dipotong-potong kemudian dimasak.

Salah satu penggemar sayur pakis, Eviyanti mengatakan, sayur pakis mengandung getah dan jika tidak dihilangkan dengan benar, bisa menimbulkan rasa gatal di tenggorokan. Sehingga diperlukan perlakuan khusus sebelum memasaknya.

“Untuk menghilangkan getah pakis, setelah sayur pakis dicuci dan dipotong-potong, diberi garam dan kemudian diremas-remas untuk menghilangkan getahnya. Namun meremasnya perlahan saja, jangan sampai sayuran hancur. Setelah itu, sayur kembali dicuci beberapa kali untuk menghilangkan getah dan bulu halus yang menempel pada daun pakis,” tuturnya.

Selanjutnya, cara memasak oseng pakis sama dengan oseng sayuran lainnya, yaitu dengan menggunakan bumbu bawang merah, bawang putih, cabai dan sedikit terasi. Semua bumbu yang sudah diiris ditumis bersamaan, setelah matang dan tercium bau harum, baru masukan potongan sayur pakis.

“Untuk memasaknya juga dipastikan harus sampai matang, jika hanya setengah matang, masih bisa menimbulkan rasa gatal, jadi memasaknya memang sedikit lebih lama dari oseng sayuran lainnya,” terangnya.

Eviyanti mengakui, jika memasak pakis memang sedikit lebih ribet dan repot, namun jika sudah matang, semua jerih payah terbayar dengan menikmati kezatnya oseng pakis. Biasanya sebagai hidangan pelengkap adalah mendoan dan sambal pedas.

Lihat juga...