Liburan, Banyak Wisatawan Menginap di Destinasi Wisata Bahari

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Beroperasinya sejumlah objek wisata bahari di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) berdampak positif bagi pengelola. Tingkat okupansi sejumlah cottage, penginapan dan tenda di objek wisata bahari pantai Minangruah, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni mulai meningkat.

Saiman Alex saat dikonfirmasi Cendana News Sabtu malam (1/8/2020) menyebut minat wisatawan bermalam di objek wisata pantai dilakukan menikmati libur panjang.

Saiman Alex, ketua Pokdarwis Minangruah Bahari pengelola pantai Minang Rua Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lamsel saat dikonfirmasi, Sabtu malam (1/8/2020) – Foto: Dok CDN

Saiman Alex menyebut sejak pagi hingga sore kunjungan wisatawan domestik mencapai lebih dari 300 orang. Sebagian wisatawan yang telah melakukan reservasi online menginap di sejumlah fasilitas penginapan. Sesuai data, ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Ragom Helau tersebut mengaku wisatawan yang menginap mencapai ratusan orang.

Para wisatawan yang menginap diantaranya di Cottage Menakha khua 20 orang, Cottage Salimin 12 orang, Resort Kedas 2, Camp 14 rombongan sebanyak 124 orang. Wisatawan yang menginap menurutnya telah menjalani protokol kesehatan yang ketat. Sebab destinasi wisata yang buka saat masa adaptasi kenormalan baru itu tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Selama pandemi Covid-19 destinasi wisata pantai Minangruah Bahari telah ditutup selama hampir tiga bulan dan saat ada keputusan objek wisata alam boleh dibuka kami menerapkan protokol kesehatan ketat. Tentunya untuk meminimalisir penyebaran Covid-19,” terang Saiman Alex saat dihubungi, Sabtu malam (1/8/2020).

Petugas balawista dan seluruh pengelola objek wisata pantai Minangruah disebutnya telah mematuhi protokol kesehatan. Memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak diterapkan selama berada di objek wisata tersebut. Pelayanan cottage, penginapan dan tenda atau camp yang disiapkan tetap dilakukan dengan protokol kesehatan.

Wahana ban dipasang sebagai salah satu spot foto menikmati matahari terbenam di pantai Minangrua, Sabtu (1/8/2020) – Foto: Henk Widi

Sebagian wisatawan yang menikmati suasana pantai Minangruah memilih menginap karena bulan sedang terang. Suasana syahdu dan romantis pada pantai saat malam hari jadi pilihan sejumlah wisatawan untuk menginap di pantai tersebut. Sejumlah wahana seperti ATV, banana boat jadi pilihan wisatawan yang menginap untuk menikmati keindahan pantai.

“Saat malam hari wisatawan tetap kami imbau menjaga ketenangan karena lokasi pantai juga menjadi tempat bertelur penyu,” paparnya.

Sejumlah lokasi untuk berkemah pada malam hari disebutnya telah ditempatkan pada lokasi penyu biasa bertelur. Sebagian wisatawan yang melakukan camping di pantai tetap diwajibkan menjaga kearifan lokal di wilayah tersebut. Sebab meski telah dilakukan pelonggaran kunjungan wisatawan protokol kesehatan tetap harus dipatuhi.

Ardy Yanto, salah satu pengunjung pantai Minangruah menyebut mengajak serta wisatawan dari Tangerang. Ia memastikan telah melakukan pemeriksaan suhu tubuh pada kerabat yang datang berkunjung. Suasana pantai Minangruah saat sore hingga malam jadi salah satu tujuan menikmati pantai tersebut. Sebab kondisi cuaca yang mulai jarang turun hujan ikut mendukung kegiatan wisata alam.

“Saat menginap di pantai tidak kuatir hujan karena memasuki musim panas, keluarga saya datang ke sini sekaligus untuk lebaran Iduladha,” cetusnya.

Selain di pantai Minangruah, wisatawan yang menikmati libur panjang Iduladha memilih pulau Mengkudu. Pulau di Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni itu dikelola Pokdarwis Ragom Helau.

Rohmat selaku ketua Pokdarwis Ragom Helau menyebut ada sebanyak 232 wisatawan yang datang pada libur Iduladha hari kedua. Sebagian wisatawan datang sehari menikmati suasana siang hari.

“Ada sebanyak empat tenda disewa pada malam hari ini karena ingin menikmati suasana malam hari di keheningan,” papar Rohmat.

Wahana rumah pohon, rumah terapung menurut Rohmat jadi salah satu hal unik di pulau Mengkudu. Saat malam hari dengan pemandangan cahaya bulan yang mulai terang mendekati purnama jadi magnet wisatawan menginap.

Kunjungan wisatawan dalam tiga hari libur Iduladha diprediksi akan mencapai angka 600 orang dengan rata-rata kunjungan 200 orang per hari.

Lihat juga...