Mendagri Tekankan Empat Prokes Untuk Proteksi Diri

Editor: Koko Triarko

MALANG – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menekankan kepada masyarakat agar disiplin mematuhi empat protokol kesehatan (prokes), guna memproteksi diri dari penularan Covid-19. 

“Pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan jauhi kerumunan merupakan prokes yang paling efektif untuk proteksi diri dari Covid-19,” ucapnya, dalam launching gerakan 26 juta masker se-provinsi JawanTimur, di Pendopo Agung Malang, Jumat (7/8/2020) sore.

Menurutnya, empat prokes tersebut memang mudah untuk diucapkan, tapi praktiknya kalau sudah menyangkut negara sebesar Indonesia, dengan jumlah penduduknya terbanyak ke empat di dunia, tentu tidak sesederhana itu.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat launching gerakan 26 juta masker se provinsi JawanTimur, di Pendopo Agung Malang, Jumat (7/8/2020) sore. -Foto: Agus Nurchaliq

Apalagi, katanya, di Indonesia ini terjadi pembagian kekuasaan, selain pemerintah pusat, ada pemerintah daerah tingkat 1 dan ada pemerintah tingkat 2, yang masing-masing otonom, sehingga tidak mudah dalam membuat kebijakan untuk mengubah perilaku masyarakat. Sebab itu, diperlukan kesungguhan antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah.

“Hari Senin yang akan datang saya akan video converence dengan seluruh kepala daerah, supaya bisa membuat satu standar peraturan yang sama terkait penerapan prokes. Guide line-nya nanti akan diatur oleh permendagri,” sebutnya.

Yang jelas, katanya, isinya nanti terkait kepatuhan kepada empat protokol kesehatan tersebut, yang paling utama masker, cuci tangan, jaga jarak, jauhi kerumunan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan sampai dengan kemarin tercatat ada 26 juta masker yang siap untuk dibagikan kepada seluruh elemen, baik warga Jawa Timur maupun yang sedang berkunjung ke Jawa Timur.

Kabupaten Malang hari ini menyiapkan 2 juta masker, kota Malang 1,5 juta masker dan daerah lainnya rata-rata telah menyiapkan 500 ribu masker. Sedangkan dari pemprov Jatim, menyiapkan 4,5 juta masker sehingga total ada 26 juta masker yang siap dibagikan.

“Kita lindungi diri kita dengan menggunakan masker. Orang-orang yang bersama kita juga harus terlindungi dengan menggunakan masker. Karena kita tidak boleh menularkan dan kita juga jangan sampai tertular,” ucapnya.

Lebih lanjut diakui Khofifah, angka kasus Covid-19 masih terus meningkat di provinsi Jawa Timur. Tercatat, hingga kemarin masih terjadi 24.115 kasus covid-19 dan 16.732 pasien sembuh.

“Kasus Covid-19 di Jatim memang tinggi, tapi tingkat kesembuhannya juga tinggi, bahkan melebihi tingkat kesembuhan nasional.  Di Jawa Timur tingkat kesembuhan sudah mencapai 69,38 persen dan nasional 63,7 persen. Jadi, sebenarnya kesembuhan di Jawa Timur ini sudah 5,6 persen di atas rata-rata nasional,” akunya.

Menurutnya, tingginya tingkat kesembuhan tersebut tidak lepas dari  kerja keras para dokter, tenaga medis dan relawan.

“Kami juga terus bekerja keras untuk mengingatkan kepada masyarakat, bahwa kita ini belum aman dan masker akan menjadi bagian dari cara menjaga kita supaya terlindungi, dan orang lain juga terlindungi,” pungkasnya.

Lihat juga...