Mengenali Subtipe Kanker Payudara untuk Pemilihan Terapi

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Mengenali subtipe kanker payudara merupakan cara yang paling tepat untuk menentukan pengobatan yang paling efektif. Bisa dikatakan bahwa setiap orang memiliki caranya sendiri untuk dirawat. Sehingga jangan mencoba pengobatan tanpa melalui pemeriksaan terpercaya yang dilakukan pada fasilitas kesehatan yang memiliki kompetensi.

Ketua Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Ilmu Penyakit Dalam Indonesia dr. Ronald Alexander Hukom, SpPD, KHOM, MHSC, FINASIM menyatakan setiap subtipe kanker payudara memiliki cara pengobatannya sendiri.

“Setiap subtipe kanker payudara memiliki cara yang berbeda dalam perawatannya. Sehingga tidak bisa disamaratakan. Semuanya harus melewati pemeriksaan yang intensif oleh tenaga kesehatan yang kompeten,” Ronald saat talkshow online yang diselenggarakan Pfizer, Senin (31/8/2020).

Secara umum, ada beberapa subtipe kanker payudara. Yaitu HR-Positif, HER2-Positif, HER2-Negatif dan triple negatif.

“HR atau Hormon Receptor menandakan pertumbuhan sel-sel kanker payudara dipicu oleh hormon baik estrogen, progesteron atau keduanya.HER2 menunjukkan pada kanker payudara yang diakibatkan oleh berlebihnya protein HER2, yang jika hasil pemeriksaan adalah 0 dan 1 maka menjadi HER2-Negatif dan jika hasilnya adalah 3 maka disebut HER2-Positif. Dan yang dimaksud triple negatif adalah subtipe yang sel kankernya tidak dipengaruhi oleh hormon maupun HER2,” urainya.

Ketua Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Ilmu Penyakit Dalam Indonesia dr. Ronald Alexander hukom, SpPD, KHOM, MHSC, FINASIM, saat talkshow online yang diselenggarakan Pfizer, Senin (31/8/2020). –Foto: Ranny Supusepa

Ia menyatakan bahwa mayoritas dari kasus kanker payudara berasal dari subtipe positif yang biasanya diobati dengan terapi hormonal. Sementara yang negatif hanya 30-40 persen dari kasus yang ada.

“Pemeriksaannya bisa dengan mamografi atau USG dan jika ada benjolan maka dilakukan biopsi atau dilakukan operasi dan mengambil sampel untuk diperiksa di patologi dalam menentukan tipe kelompoknya,” ucapnya.

Setelah ditemukan subtipe-nya maka bisa dilakukan terapi yaitu terapi hormon, kemoterapi, terapi target dan terapi imun.

“Dan tipe perawatan juga bergantung pada stadium yang ditemukan. Misalnya, untuk kasus metastasis yaitu kanker yang memasuki stadium 4 dengan penyebaran di luar payudara dan kelenjar getah bening terdekat pengobatannya dengan terapi sistemik,” ujarnya.

Ronald menyatakan tujuan terapi adalah untuk memberikan waktu sepanjang mungkin dengan mempertahankan kualitas hidup yang tetap baik.

“Sehingga terapi digunakan untuk memastikan obat yang digunakan efektif untuk mencegah pembelahan sel kanker hingga menghilangkan sel kanker  tapi tidak mempengaruhi kualitas hidupnya. Tentunya dengan deteksi dini akan memberikan peluang ditemukannya kasus payudara dalam stadium yang rendah yang memberikan peluang kesembuhan yang jauh lebih besar,” ujarnya lebih lanjut.

Ia menekankan, dalam mengenali maupun mengobati kanker payudara, masyarakat haruslah berpatokan pada informasi yang akurat.

“Ingat, jangan percaya dengan hoaks terkait kanker payudara. Rajinlah membaca jurnal atau majalah terpercaya yang berasal dari website yang berasal dari para ahli kanker. Yang segala tindakan perawatannya memang sudah melalui uji klinis. Dan jangan merasa tindakan yang diterima oleh orang lain akan memiliki efek yang sama pada kasus yang lain,. Karena setiap subtipe membutuhkan perawatan yang berbeda,” pungkasnya.

Lihat juga...