Menikmati Aneka Masakan Ikan Lembutan, Lezat dan Kaya Protein

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANYUMAS — Bagi penderita kolesterol, ikan menjadi makanan favorit karena mengandung lemak tak jenuh yang mampu membantu keseimbangan kolesterol dalam tubuh. Kerananya, hidangan aneka jenis ikan lembutan banyak diburu di akhir pekan.

Salah satu penjual ikan lembutan di Banyumas, Ibu Maryam, Sabtu (29/8/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Salah satunya adalah warung di kawasan Baturaden yang menyajikan aneka jenis masakan ikan. Ikan lembutan menjadi salah satu hidangan favorit pengunjung. Ada yang dimasak dengan digoreng kering dan ada pula yang dibumbu pecak.

“Ikan lembutan goreng dan pecak ini favorit saya, biasanya sekali makan menghabiskan masing-masing satu porsi,” kata salah satu penggemar ikan lembutan, Toni, Sabtu (29/8/2020).

Ikan lebutan goreng memasaknya sangat mudah, ikan hanya dibersihkan dan kemudian diberi bumbu bawang, ketumbar, kunyit serta jahe dan garam. Setelah direndam sekitar 10 menit, ikan bisa langsung digoreng hingga kering.

Rasanya gurih dan kriuk, membuat orang tidak bosan untuk menikmatinya. Cocok untuk lauk makan dan bisa pula hanya dimakan ikan saja tanpa nasi.

Sementara untuk pecak ikan lembutan menggunakan bumbu yang lebih lengkap, yaitu ditambahkan dengan cabai merah dan cabai rawit, bawang merah, kencur dan daun salam. Semua bumbu dihaluskan dan kemudian ditumis. Sebelumnya ikan lemburan sudah digoreng terlebih dahulu, namun tidak sampai terlalu kering. Ikan kemudian dimasukkan dalam bumbu yang ditumis.

Rasa pecak ikan lembutan ini sudah pedas. Untuk lauk makan nasi sangat cocok, ditambah dengan kuah pecak yang juga pedas-gurih.

“Ikan lembutan ini sumber nutrisi yang sehat, kaya akan omega 3, protein, vitamin D dan kandungan lemak jenuhnya rendah, jadi merupakan hidangan sehat, termasuk untuk orang-orang yang memiliki penyakit tertentu,” kata Toni.

Penjual ikan lembutan, Ibu Maryam menuturkan, untuk penggemar ikan, biasanya lebih suka ikan lembutan yang berasal dari Sungai Serayu dibanding dengan ikan lembutan yang diternak. Karena ikan yang hidup di sungai bebas, diyakini dagingnya lebih gurih.

“Untuk memasak hidangan ikan, kita selalu memilih ikan yang segar, karena jika diolah rasanya beda antara ikan segar dengan ikan yang sudah diawetkan. Untuk ikan segar, tekstur dagingnya lebih elastis jika ditekan dengan jari dan insangnya berwarna kemerahan,” kata Ibu Maryam.

Dalam satu hari, Ibu Maryam mengaku menjual ikan lembutan goreng hingga 20 kilogram lebih. Untuk satu kilogram ikan lembutan dijual dengan harga Rp50.000.

Lihat juga...