Menikmati Kelezatan Pecak Bandeng Bumbu Rempah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Kekayaan bahan baku olahan ikan menjadikan kuliner boga bahari jadi sajian sejumlah warung di Lampung Selatan (Lamsel), salah satunya pecak bandeng rempah. Jarnah, pemilik warung Daffa di Jalan Lintas Timur KM 3 Bakauheni menyebut pecak menjadi menu favorit pelanggan tetapnya.

Pecak merupakan warisan tradisi kuliner memanfaatkan bahan baku ikan bandeng dibuat khas Banten tempatnya berasal. Proses pengolahan dilakukan dengan cara dipepes memakai daun pisang. Bahan bumbu berupa kunyit, merica, garam, bawang merah. Bahan pelengkap sambal di antaranya cabai rawit, bawang merah, tomat rampai, jahe, terasi, kencur, gula, garam.

“Ikan bandeng yang telah disiapkan terlebih dahulu dibersihkan sisiknya lalu dibuang bagian durinya untuk mendapatkan bagian dagingnya. Kemudian dicampur dengan bumbu yang akan dikemas memakai daun pisang,” terang Jarnah saat ditemui Cendana News, Sabtu (29/8/2020).

Berbeda dengan pembuatan pecak pada umumnya, Jarnah menghaluskan daging bandeng.  Daging ikan bandeng yang telah dihaluskan akan dilumuri dengan kunyit, merica yang telah dihaluskan. Daging bandeng akan dipadatkan berbentuk ikan.

Selain bahan dasar tambahan sambal pecak disertakan sebagai penyedap. Sambal dibuat dari cabai rawit, cabai keriting, bawang merah, jahe, kencur, terasi bakar, garam, gula. Tambahan tomat hijau, jeruk limau diulek kasar lalu dibalurkan pada daging yang telah dipadatkan.

“Daging ikan yang telah dipadatkan diletakkan dalam daun pisang selanjutnya dilumuri dengan bahan bumbu yang disediakan,” terang Jarnah.

Daging ikan bandeng yang telah dicampuri dengan berbagai jenis bumbu akan disemat dalam daun pisang. Menyerupai proses pembuatan pepes pada umumnya, pecak bandeng khas Banten yang dibuat selanjutnya akan dikukus. Proses pengolahan dengan cara dikukus diminati pelanggan karena mengurangi penggunaan minyak goreng.

Proses pengukusan dilakukan oleh Sriharti, juru masak di warung Daffa. Ia menyebut pecak biasanya akan dipanggang atau digorang. Namun dengan proses pemasakan menggunakan sistem kukus bumbu akan lebih meresap.

“Tandanya saat dibuka daging dan bumbu telah menyatu dan siap dihidangkan,” cetus Sriharti.

Pecak bandeng dengan bumbu rempah kerap dibuat saat musim penghujan. Sebab bumbu khas rempah rempah memiliki khasiat menghangatkan badan. Dijual dengan harga perbungkus Rp10.000 dan Rp15.000 lengkap dengan nasi ,diperoleh omzet sekitar Rp160.000.

“Menu pecak bandeng hanya salah satu varian kuliner yang disediakan masih ada pindang, ikan sambal balado dan berbagai menu lain,” cetusnya.

Nory, salah satu pelanggan di warung Daffa menyebut menyukai pecak bandeng. Dibungkus dengan daun pisang proses pengolahan kuliner berbahan ikan tersebut menyehatkan. Berbagai jenis bumbu rempah yang digunakan menjadi sumber penghangat badan yang bagus untuk meningkatkan stamina.

“Bumbu rempah yang dibalurkan pada daging ikan tercampur merata sehingga rasanya sangat khas,” terangnya.

Pada pembuatan pecak khas warung Daffa bumbu dan ikan dicampurkan secara sempurna. Saat menyantap pecak bumbu dan daging bahkan bisa disantap bersamaan tanpa harus dipisahkan. Berbeda dengan pepes yang hanya dibalurkan, bumbu pada pecak khas Banten buatan warung Daffa lebih meresap sempurna.

Lihat juga...