Messi Tidak Akan Hadiri Agenda Latihan Barcelona

Pesepak bola Barcelona, Lionel Messi, terlihat kecewa setelah bertanding melawan Bayern Munich, dalam laga perempat final Liga Champions, di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, Jumat (14/8/2020) – Foto Ant

JAKARTA – Lionel Messi dipastikan tidak akan mengikuti tes virus corona pramusim yang digelar Minggu ini, atau bahkan tidak akan kembali berlatih pada Senin (31/8/2020) bersama Barcelona, setelah pengumumannya yang menghebohkan beberapa hari lalu, yang menyebut dia ingin meninggalkan Barcelona.

Media di Spantyol menyebut, Messi “akan berperang” dengan klub yang lama dibelanya itu, dengan membuat keputusan tak menghadiri latihan. Messi disebut-sebut, akan kembali mengirimkan burofax, yang merupakan metodenya untuk menyampaikan pesan kepada Barcelona, bahwa dia ingin pergi.

Cara untuk memberi tahu, keputusannya tidak bergabung dengan rekan-rekan satu timnya untuk sesi latihan pertama di bawah asuhan pelatih baru Ronald Koeman. Burofax adalah layanan yang digunakan Spanyol untuk mengirimkan cepat dokumen melalui email tersertifikasi, dengan menerbitkan sertifikat digital bervaliditas hukum.

La Vanguardia melaporkan, surat itu akan ditandatangani oleh Jorge Messi, ayah sekaligus agen sang pemain. Messi sudah memberi tahu keputusan ini kepada Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu. Messi memberi tahu klubnya pada Selasa (25/8/2020) lalu, bahwa dia ingin pergi secepatnya. Dan Barca akhirnya mengalami guncangan baru, dalam waktu kurang dari dua pekan setelah diluluhlantakkan 2-8 oleh Bayern Muenchen di perempat final Liga Champions.

Media lain di Spanyol menyebut, pengacara yang mewakili Messi beranggapan, kliennya tak perlu menghadiri latihan, karena dia sudah mengutarakan niatnya untuk meninggalkan klub. Dan untuk itu, kontrak sang mega bintang berakhir.

Mereka meminta klausul dalam kontrak empat tahun yang diteken pada 2017, yang membuat Messi bisa meninggalkan klub itu dalam status bebas transfer, seandainya dia memintanya sampai 10 Juni berlaku. Mereka akan beralasan, tanggal yang praktisnya menjadi akhir musim itu kini tidak relevan, setelah penundaan akibat virus corona. Penundaan yang membuat musim menjadi bertambah lama, sehingga tim harus bermain sampai Agustus.

Menurut syarat-syarat kontrak yang akan habis pada 2021, satu-satunya cara Messi bisa meninggalkan tanpa persetujuan klub adalah jika tim calon pembeli membayarkan klausul lepas 700 juta euro (Rp12 triliun). Spekulasi merebak mengenai pelabuhan berikutnya Messi, dan sejauh ini Manchester City, PSG dan Inter Milan, menjadi tim favorit mendapatkan jasa Messi. (Ant)

Lihat juga...