Modal Kita Berhasil Bangun Kelompok Baru di Perbatasan Padang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PADANG — Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat, kembali menambah kelompok Modal Kita pada awal pekan pertama di Agustus 2020 ini.

Wilayah yang dijangkau kali ini, berada di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, yang merupakan daerah perbatasan antara Kota Padang dengan Kabupaten Pesisir Selatan. Sampai saat ini jumlah kelompok Modal Kita telah ada 32.

Sekretaris KSU Derami Padang, Latifah mengatakan, sudah cukup lama KSU Derami berencana untuk membangun kelompok baru di daerah perbatasan Padang itu. Namun dikarenakan jauhnya akses dari kantor ke lokasi, membuat pengurus harus mengambil langkah pertimbangan.

Bila melihat kawasan Bungus Teluk Kabung, potensi ekonominya selain nelayan dan petani, juga banyak tumbuh usaha mikro dan kecil. Di sana terdapat sebuah kawasan yang berdekatan dengan Terminal BBM miliki PT Pertamina, serta dekat dengan sejumlah kawasan objek wisata.

“Kelompok itu nantinya berada dekat dengan Terminal BBM PT Pertamina. Usaha masyarakatnya banyak. Kita melihat hal ini potensi untuk diberi pinjaman, sehingga usaha masyarakat di sana semakin berkembang pula,” kata Latifah, Kamis (6/8/2020).

Latifah mengaku bahwa alasan utama teringat pula ke daerah perbatasan itu, karena ada warga yang mengusulkan ke KSU Derami Padang, agar Modal Kita juga bisa hadir bagi masyarakat di sana. Di Bungus Teluk Kabung itu, juga merupakan daerah yang sulit dijangkau pihak perbankan, karena akses yang jauh dari perkotaan.

Kini solusinya sebagai petugas di lapangan nantinya yakni Asisten Kredit (AK) tidak lagi sibuk mencatat pembukuan, melainkan hanya tinggal menjemput setoran kredit yang dilangsungkan setiap hari Rabu per pekannya. Dengan demikian, dapat meringankan pekerjaan AK, yang telah jauh-jauh datang ke Bungus Teluk Kabung.

“Mulai kemarin langsung berjalan kelompok Modal Kita nya, dengan nama kelompoknya itu Kelompok Yakin. Hari kas nya setiap hari Rabu,” sebut dia.

Latifah yang juga memiliki kelompok Modal Kita yang lokasinya tidak begitu jauh dari Kelompok Yakin itu, menjelaskan, dalam hal ini ujung tombak yang diharapkan ialah mobilitas AK.

“Jadi di Posdaya atau di kelompok Sejahtera itu hari Rabu juga hari kas nya. Jadi AK nya itu bisa jalan satu jalur saja. Semoga apa yang kita lakukan ini, bisa terus membantu para pelaku usaha mikro dan kecil,” harapnya.

Sementara itu, Manager Umum Modal Kita, Margono Okta, mengatakan, meski kegiatan koperasi maupun Modal Kita sempat terhenti akibat COVID-19, namun setelah pemerintah menerapkan kenormalan baru atau new normal, secara bertahap kondisi di Modal Kita pun berangsur membaik.

Sebagai bukti, baru berjalan sekitar 1 bulan, sudah ada 3 kelompok baru yang didirikan oleh Modal Kita. Bahkan dalam waktu akan ada 1 kelompok baru lagi juga akan didirikan oleh Modal Kita. Artinya, kondisi di KSU Derami Padang dalam posisi yang bagus.

“Alasan kita menambah kelompok Modal Kita ini, karena ingin terus memacu penghasilan. Sebab dengan semakin banyak jumlah kelompok yang dibangun, akan semakin baik dalam hal memacu penghasilan,” jelasnya.

Ia menyebutkan penambahan jumlah kelompok itu juga turut didukung adanya dana standby yang jumlahnya itu mencapai Rp350 juta lebih. Dana standby dimaksud sebelumnya diperuntukan untuk mengantisipasi lonjakan pencairan dana pinjaman anggota.

“Bagi kami nilai dana standby itu amannya berada di angka Rp150 juta. Mengingat dana standby yang cukup banyak yakni Rp100 juta lebih. Kami di Modal Kita ingin mengembangkan lagi yakni menambah kelompok Modal Kita,” ujar.

Dengan telah adanya penambahan kelompok baru itu, artinya jumlah kelompok Modal Kita di Kota Padang mencapai 32 kelompok. Keberadaan 32 kelompok ini telah menyasar ke berbagai pelosok kota, baik itu dari usaha mikro di kawasan pasar, wisata, pemukiman padat penduduk, dan lokasi-lokasi daerah lainnya.

Lihat juga...