MUI: Masih Banyak Anak Bangsa Belum Mengenyam Pendidikan

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhyiddin Junaidi mengatakan, makna kemerdekaan pada bidang pendidikan bagi bangsa Indonesia, yakni pendidikan di Indonesia dapat merdeka seutuhnya bagi seluruh rakyat Indonesia.

Karena menurutnya lagi, hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) merupakan titik balik kebangkitan bangsa, mulai dari aspek kenegaraan, sosial hingga pendidikan.

Namun sayangnya kata dia, pendidikan di Indonesia masih jauh tertinggal, karena masih banyak anak-anak bangsa yang belum mengenyam pendidikan.

“Belum 50 persen dari penduduk Indonesia yang mengenyam pendidikan tinggi, hanya beberapa puluh juta saja,” ujar Muhyiddin, kepada Cendana News saat dihubungi, Jumat (28/8/2020).

Padahal menurut dia, seharusnya pemerintah bertanggung jawab untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. “Ini kan belum,” ujarnya.

Pemerintah bertanggung jawab untuk menjamin setiap anak mendapatkan kesempatan belajar, mengembangkan pribadinya dan tingkat kecerdasan sesuai dengan minat dan bakatnya.

Maka pendidikan bukan hanya untuk menghasilkan anak didik yang terampil saja, tetapi yang memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, memiliki karakter yang kuat dan ilmu yang tinggi.

“Jadi pendidikan itu bukan hanya membuat orang itu mahir ketrampilan, tapi anak bangsa itu harus punya jati diri. Inilah makna kemerdekaan pendidikan yaitu membentuk jati diri manusia seutuhnya,” pungkasnya.

Lihat juga...