Nelayan Kedonganan Keluhkan Rendahnya Haga Jual Ikan

Editor: Koko Triarko

BADUNG – Hasil tangkapan ikan para nelayan di pantai Kedonganan, Kuta Selatan, Badung, Bali, beberapa minggu belakangan ini, melimpah. Namun, minimnya permintaan pasar membuat harga jual ikan para nelayan menjadi murah.

Matrawi, salah seorang nelayan di pantai Kedonganan, mengatakan, jenis ikan yang diperoleh merupakan jenis ikan lemuru. Ikan kucing yang biasa dikenal di kalangan Nelayan ini dapat mudah didapat di perairan Bali bagian barat. Dikatakan, dari saking banyaknya setiap perahu nelayan bisa membawa pulang hingga puluhan ton ke daratan.

Tosa, salah seorang belantik di pantai Kedonganan, Kuta Selatan, Badung, Bali, saat ditemui Senin (24/8/2020). -Foto: Sultan Anshori

“Sekarang memang musimnya ikan jenis ini. Kondisi ini akan terus terjadi hingga akhir tahun mendatang. Tidak hanya ikan lemuru, biasanya disusul ikan layang atau tongkol,” ujarnya, saat ditemui di bibir pantai Kedonganan, Senin (24/8/2020).

Matrawi menambahkan, meskipun hasil tangkapan melimpah, masalah lain timbul. Yaitu, soal harga jual ikan. Hal tersebut disebabkan melimpahnya pasokan ikan di kalangan pengepul ikan tersebut.

Menurutnya, harga ikan lemuru hanya dihargai Rp2.000 hingga Rp3.000 setiap kilogramnya. Tentunya, hal ini cukup merugikan para nelayan. Padahal, saat melaut juga membutuhkan biaya yang cukup besar.

“Intinya sih untung, tapi sedikit. Ya, mau tidak mau kami tetap jalani. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini, bisa bertahan hidup saja sudah syukur,” imbuh pria asal Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Tosa, salah seorang belantik ikan di pantai Kedonganan. Dia menyebutkan, meskipun tangkapan ikan para nelayan melimpah, namun harganya terus turun. Hal tersebut membuatnya harus memutar otak untuk menjual ikan milik nelayan Langganan. Di satu sisi, dia ingin memberikan harga yang relatif tinggi untuk nelayan, namun sisi lain dia harus menghadapi harga pasar yang memang sangat murah.

Lihat juga...