NNDC Unipa Maumere Peduli Ekosistem Laut

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Nusa Nipa Diving Club (NNDC) Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang peduli dengan ekosistem laut,  melakukan kegiatan pengibaran bendera Merah Putih bawah laut di lokasi patahan tsunami di Pulau Babi.

“Dalam pengibaran bendera bawah laut kali ini kami melibatkan 5 penyelam dan 10 peserta snorkling,” kata Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Unipa Maumere, Erfin, S.Pi, M.Si, Sabtu (15/8/2020).

Erfin mengatakan, kegiatan pengibaran bendera bawah laut ini dilaksanakan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 di lokasi patahan tsunami di Pulau Babi.

Lokasi ini kata dia, berada di dalam kawasan Taman Wisata Alam Lauat (TWAL) Teluk Maumere yang memiliki keberagaman biota laut dan alam bawah lautnya yang terkenal sangat indah.

“Kami terlibat dalam kegiatan ini agar mahasiswa bisa mengenal potensi keberagaman kekayaan bawah laut Teluk Maumere sekaligus memperkenalkan potensi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil,” ungkapnya.

NNDC sebut Erfin, juga  melakukan kegiatan clean up  atau membersihkan sampah di laut dan pesisir pantai setelah selesai kegiatan pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut.

Wakil Dekan I Unipa Maumere, sekaligus pembina NNDC, Erfin, S.Pi, M.Si,  saat ditemui di Pulau Babi, Sabtu (15/8/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Keterlibatan mereka dalam kegiatan tersebut juga ingin mengajak mahasiswa untuk melihat potensi di sekitar terumbu karang terutama di Pulau Babi yang merupakan salah satu spot penyelaman terbaik.

“Harapan kami selaku pembina NNDC agar mahasiswa lebih proaktif mengenal keberagaman terumbu karang yang harus dilestarikan dan dijaga untuk kepentingan anak cucu kita ke depan,” pesannya.

Erfin menambahkan, NNDC merekrut sekitar 40 mahasiswa dan menerima anggota dari fakultas lainnya di Unipa untuk bergabung karena melihat besarnya potensi yang ada di wilayah pesisir dan kepulauan.

Dirinya ingin agar lulusan Prodi Manajemen Sumberdaya Parairan bisa terlibat dalam aktivitas penyelaman guna melihat langsung potensi yang ada di dasar perairan Teluk Maumere,

“Kami akan bekerja sama dengan pemerintah desa di wilayah pesisir untuk mengidentifikasi potensi terumbu karang dan ekosistem yang lain di dasar perairan agar bisa dijaga kelestariannya dan melakukan rehabilitasi,” ungkapnya.

Erfin berharap agar ke depannya mahasiswa Unipa khususnya Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan bisa mengetahui pentingnya melestarikan terumbu karang dan eksosistem laut.

Sementara itu dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unipa Maumere, Yohanes Don Bosco R. Minggo mengaku hadirnya NNDC bisa memacu mahasiswa untuk bisa mencintai laut dan ekosistemnya.

Bosco sapaannya mengharapkan agar para mahasiswa yang tergabung dalam wadah ini bisa menjadi penyelam profesional sehingga bisa juga menjadi pemandu bagi wisatawan yang akan menyelam di kawasan perairan Teluk Maumere.

“Kita ingin agar wadah ini bisa membantu mahasiswa mengetahui keberagaman hayati dan eksosistem laut yang ada di perairan Teluk Maumere yang terkenal akan keindahannya. Kita juga ingin agar potensi ini bisa terus diperkenalkan kepada dunia,” pungkasnya.

Keberadaan NNDC penting, mengingat potensi yang ada di wilayah perairan dan desa-desa pesisir di Kabupaten Sikka sangat menjanjikan baik dari sektor pariwisata untuk menjual keindahan alam bawah laut serta potensi perikanannya.

Lihat juga...