NTT Siapkan Anggaran Rp100 Miliar untuk Pertanian

KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2021 akan menganggarkan Rp100 miliar untuk pertanian di provinsi berbasis kepulauan itu.

“Anggaran sebesar itu merupakan komitmen pemerintah provinsi NTT, untuk meningkatkan benih padi varietas Ciherang sehingga kebutuhan benih kita di NTT dapat bertambah, sekaligus meningkatkan hasil produksi pertanian di NTT,” kata Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor B Laiskodat, saat menghadiri panen padi perbenihan Varietas Ciherang di Desa Kauniki, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Kamis (13/8/2020).

Gubernur Viktor mengatakan, bahwa kebijakan itu merupakan kebijakan pengeluaran anggaran terbesar sepanjang sejarah NTT, untuk mengembangkan pertanian di NTT.

Namun, tentunya harus jelas perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawabanya, karena itu ia mengharapkan seluruh kabupaten/kota dapat saling bersinergi untuk pengembangan pertanian di NTT untuk pengembangan varietas tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di NTT itu juga menyinggung tentang kemandirian benih. Menurut dia, NTT masih belum mampu menyiapkan benih padi maupun jagung.

“Tapi yakinlah,tahun depan kita bisa. Saat ini terbukti kita mampu menghasilkan benih padi Varietas Ciherang. Ke depannya kita harus mendesainnya secara lebih baik, agar kebutuhan benih di NTT bisa dipenuhi,” ujar Gubernur Viktor.

Ia juga mengimbau, agar para pemimpin wilayah jangan pernah lelah membangun Nusa Tenggara Timur. Para Bupati, Camat dan Kepala Desa, dapat berkontribusi dari wilayahnya masing-masing untuk mensejahterakan rakyat Nusa Tenggara Timur.

“Kita mesti bekerja dengan cara-cara yang luar biasa, jangan dengan cara-cara yang biasa,” tambah dia.

Lebih lanjut ia menegaskan, membangun pertanian di NTT harus dilakukan secara revolusioner. Artinya, pola kerjanya harus dengan cara-cara yang luar biasa.

“Pak bupati, kerja di kantor cukup 20 persen saja dan 80 persennya ada di lapangan. Camat mesti menguasai hal teknis. Begitu juga kepala desa. Revolusi itu ekstrem. Semua manusia yang terlibat mesti memiliki energi dan keinginan dobel. Lompatan kerjanya eksponensial. Kalau sehari 24 jam, kerjanya 16 jam dan istirahatnya delapan jam,” tegas dia.

Lebih lanjut, Gubernur Viktor mengajak para petani untuk mengolah lahan dengan hati. Bekerja selaras dengan alam.

“Tanaman dan tumbuhan bagian dari makhluk hidup. Para petani harus tanam sesuatu dengan penuh cinta kasih. Kerja mesti selaras antara otak dan hati, sehingga direstui oleh Tuhan,” ungkap dia.

Putra asal Semau ini mengharapkan keterlibatan dari semua pemangku kepentingan dalam mewujudkan revolusi pertanian.

“Di sini, potensi airnya luar biasa. Didukung oleh sumberdaya manusia, peralatan, benih serta keterlibatan Undana dan Politani, hasilnya pasti akan luar biasa. Kita bersyukur, karena punya Presiden dan Menteri Pertanian yang sangat mencintai dan mendukung pertanian NTT,” kata Gubernur VBL.

Mantan anggota DPR itu menegaskan komitmen pemerintah Provinsi NTT, untuk mewujudkan hal tersebut sekaligus meningkatkan hasil produksi pertanian di NTT. (Ant)

Lihat juga...