OJK Dorong Gerakan Rajin Menabung Kalangan Pelajar di Jateng

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jateng-DIY mencatat indeks inklusi keuangan di Jateng, berdasarkan survei pada 2019 lalu, hanya sebesar 65,71%. Angka tersebut, lebih rendah dibandingkan indeks inklusi keuangan nasional sebesar 76,19% di tahun yang sama.

“Untuk itu, kita dorong agar Jateng, dapat memperbaiki indeks inklusi keuangan, khususnya di kalangan pelajar. Salah satunya dengan program gerakan Satu Pelajar Satu Rekening (Kejar), dengan sasaran pelajar SMP/SMA/SMK sederajat, karena di usia tersebut mereka sudah mulai mengenal nilai uang,” papar Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa, di sela peringatan Hari Indonesia Menabung di komplek Gubernuran Jateng, Semarang, Kamis (27/8/2020).

Dipaparkan, dibandingkan indeks inklusi keuangan, indeks literasi keuangan Jateng, justru tercatat lebih tinggi sebesar 47,38% lebih tinggi dibandingkan nasional, yang hanya tercatat sebesar 38,03%.

“Tingkat inklusi keuangan masyarakat Jateng, yang masih di bawah nasional ini merupakan tantangan bersama, yang memerlukan sinergi dan komitmen bersama antara OJK, Pemprov Jateng, serta stakeholder terkait, untuk terus mendorong penyediaan akses keuangan seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Aman menambahkan, dukungannya dalam peningkatan inklusi keuangan dan percepatan akses keuangan kepada masyarakat, khususnya di Jateng, salah satunya dengan program pembukaan tabungan sebanyak 11.000 rekening bagi pelajar.

“Awalnya kita isi dengan bantuan pendidikan, namun ke depannya, kita harapkan para pelajar ini tumbuh semangat menabung,” tandasnya.

Di sisi lain, pembukaan rekening sekaligus pemberian bantuan sosial dalam bentuk beasiswa kepada siswa kurang mampu tersebut, bukan untuk peningkatan inklusi keuangan semata, namun diharapkan juga dapat menjadi pemicu pertumbuhan perbankan. Hal in seiring dengan bertambahnya dana pihak ketiga, sebagai intermediasi untuk penyaluran kredit.

Sementara, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berharap literasi keuangan bisa lebih baik, dan semangat para pelajar untuk gemar menabung bisa tumbuh sejak dini.

“Kalau orang menabung, praktis akan membuat orang akan pintar dalam mengatur keuangan dan hidup hemat. Sehingga mereka bisa merencanakan masa depannya dengan baik,” terangnya.

Ganjar juga berpesan kepada para siswa untuk semangat menabung. “Kita coba dorong pelajar-pelajar kita tetap ingat menabung. Kita tahu kondisinya sulit, tapi kita coba terus membantu anak-anak untuk terbiasa menabung,” pungkasnya.

Lihat juga...