Omzet Usaha Makanan Tradisional di Yogyakarta, Turun 50 Persen

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Yogyakarta diketahui tak bisa berbuat banyak dalam mengahadapi dampak pandemi Covid-19 yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir. 

Mulai berlakunya masa new normal yang ditandai dengan dibukanya lokasi-lokasi pariwisata maupun ruang-ruang publik, ternyata juga belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan usaha mereka.

Seperti diungkapkan salah seorang pengusaha produsen makanan tradisional Arum Manis, Ardi Sehami warga Babadan, Kadipolo, Brebah, Sleman, Yogyakarta. Lelaki 46 tahun ini menyebut adanya Covid-19 telah mengakibatkan omzet usahanya menurun drastis hingga 50 persen lebih.

“Dampaknya omzet menurun drastis hingga 50 persen lebih. Namun kita harus tetap menjalankan usaha bagaimana pun kondisinya. Yang terpenting masih bisa untuk menggaji semua karyawan,” ujar Ardi yang memiliki hampir 70 orang karyawan ini, Selasa (25/08/2020).

Untuk mengatasi penurunan omzet tersebut, Ardi mengaku memiliki sejumlah tips-tips tersendiri. Mulai dari memaksimalkan promosi dan penjualan secara online. Hingga mengurangi jumlah stok produk di toko-toko retail mitranya.

“Karena omzet turun drastis, otomatis proses produksi juga kita batasi. Agar stok produk tetap lancar, kita lakukan pengurangan stok di toko-toko retail. Sehingga barang yang diretur juga bisa berkurang,” ungkapnya.

Ardi sendiri memproduksi makanan tradisional berupa Arum Manis atau juga dikenal dengan Rambut Nenek. Makanan yang terbuat dari bahan gula, tepung terigu, serta tepung kanji ini ia pasarkan baik secara online maupun offline di berbagai daerah.

Dalam kondisi normal, setiap hari ia mengaku bisa memproduksi sekitar 5000-6000 produk Arum Manis. Yang ia pasarkan ke toko-toko retail di banyak wilayah. Baik itu DIY dan sekitarnya hingga ke Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Bali. Meski enggan menyebutkan angka pasti, namun omzet usaha produksi Arum Manis yang dijalankan Ardi diperkirakan bisa mencapai ratusan juta setiap bulannya.

Lihat juga...