Operasional Obwis di Lampung Gairahkan Bisnis Oleh-oleh

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Operasional objek pariwisata di Lampung beri keuntungan pedagang oleh-oleh. Linawati, pemilik usaha oleh-oleh di Jalan Pagar Alam gang PU, Bandar Lampung menyebut sepekan terakhir usaha miliknya mulai dikunjungi wisatawan.

Dibukanya objek wisata di kota Bandar Lampung, Kabupaten Pesawaran gairahkan bisnis miliknya. Memiliki usaha pada jalur wisata antar kabupaten membuat usaha miliknya jadi rujukan.

Sejumlah biro perjalanan wisata, travel dan busa kerap membawa wisawatan mampir di pusat oleh-oleh miliknya. Berbagai jenis kuliner tradisional berupa keripik singkong, asinan, manisan, kopi bubuk dan makanan lain disediakan.

Bisnis penjualan oleh oleh menurutnya sempat terhenti imbas Covid-19. Sebab agen perjalanan wisata belum beroperasi secara penuh. Semenjak keputusan Kementerian Pariwisata memperbolehkan pembukaan objek wisata alam agen perjalanan mulai melakukan beroperasi. Agen perjalanan wisata disebutnya kerap bekerjasama dengan pelaku bisnis oleh oleh.

“Tiga bulan kami tutup namun kini mulai kembali beroperasi karena sudah mulai banyak wisatawan berkunjung ke objek wisata bahari di Lampung, penjualan kuliner untuk oleh-oleh juga meningkat memberi dampak positif bagi usaha kami,” terang Linawati saat ditemui Cendana News, Sabtu (9/8/2020).

Linawati (kiri) melayani wisatawan yang mampir untuk membeli oleh-oleh, Minggu (9/8/2020). -Foto Henk Widi

Jalur perlintasan menuju ke sejumlah objek wisata diakuinya jadi peluang untuk bisnis oleh oleh. Penurunan omzet selama masa pandemi Covid-19 hingga 100 persen berangsur mulai merangkak naik. Pada kondisi normal sebelum pandemi ia bisa mendapat omzet sekitar Rp10 juta per pekan. Kini meski hanya mendapat omzet sekitar Rp5juta menjadi awal untuk memulai kondisi kenormalan baru.

Pedagang oleh-oleh jenis buah segar diantaranya Rusman di Jalan Martadinata mengaku diuntungkan dengan operasional objek wisata. Sebab sejumlah buah segar jenis jambu jamaica, pepaya, pisang, jeruk, jambu madu deli Medan kembali ramai pembeli. Sejumlah bahan baku pembuatan petis atau rujak buah mulai banyak diminta oleh pedagang keliling.

“Banyak pedagang keliling petis yang berjualan di objek wisata pantai membuat rantai bisnis buah buahan lancar,” papar Rusman.

Rusman juga menyebut sebagian buah kerap jadi oleh oleh bagi wisatawan. Wisatawan dari wilayah Jakarta dan Serang yang mengunjungi Pantai Clara, pulau Pahawang kerap mampir ke tempat penjualan buah di dekat gudang lelang ikan tersebut. Terlebih pusat oleh oleh dan kuliner berbahan ikan banyak dijual pada kawasan tersebut.

Kawasan yang berada di dekat objek wisata budaya dan religi Vihara Tay Hin Bio sekaligus mendongkrak penjualan. Sebab saat kunjungan wisatawan sebagian memilih membeli buah untuk persembahan berupa apel,jeruk,buah naga dan buah segar lain. Berbagai jenis buah segar yang dijual untuk disantap wisatawan sebagian dipergunakan sebagai buah persembahan pada vihara tersebut.

Hesti yang berkunjung ke Pantai Klara, Kecamatan Padangcermin Pesawaran menyebut pantai jadi objek wisata favorit. Wisatawan asal Serang tersebut memilih pantai Klara jadi destinasi wisata bahari di Kabupaten Pesawaran. Setelah melakukan perjalanan menuju objek wisata tersebut ia bisa membeli oleh oleh di kota Bandar Lampung.

“Sekarang perjalanan wisata lebih mudah tanpa syarat surat kesehatan sehingga bisa berwisata ke Lampung,” cetusnya.

Pusat oleh oleh yang kerap jadi rujukan menurutnya berada di Jalan Pagaralam. Perjalanan memakai kendaraan pribadi menurutnya lebih cepat. Sebab ia bisa menggunakan akses Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Perjalanan memakai kapal eksekutif disebutnya lebih cepat sehingga waktu tempuh lebih cepat. Aktivitas wisata menurutnya semakin didukung lancarnya transportasi laut dan darat sehingga ia bisa pulang pergi tanpa harus menginap.

Lihat juga...