Pameran Busana Virtual, Inovasi Kreatif di Tengah Pandemi Covid-19

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Puluhan model berlenggak leggok di atas panggung, membawakan baju rancangan para desainer asal Jateng dan DIY, yang digelar secara virtual show di Studio Fashion Teknologi BBPLK Semarang, Kamis (27/8/2020).

Mengusung tema ‘Semarang Fashion Convention 2020’, gelaran yang disiarkan secara langsung, melalui berbagai platform media sosial tersebut, menjadi salah satu upaya mendukung geliat industri fashion di tengah pandemi covid-19.

“Pelaku industri, termasuk dunia fashion dituntut mampu beradaptasi dan berinovasi untuk bisa bertahan di tengah pandemi ini. Semarang Fashion Convention muncul sebagai wadah bagi pelaku industri fashion, baik desainer maupun brand, sebagai bentuk adaptasi sekaligus inovasi di tengah pandemi covid-19,” papar Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Pemberdayaan BBPLK Semarang, Dodi Suhardiyono, di sela kegiatan.

Dijelaskan, inovasi diperlukan sebab seiring dengan adanya pandemi covid-19, jika sebelumnya dalam fashion show bisa dihadiri ratusan orang, kini dibatasi jumlahnya.

“Industri fashion, bisa dikatakan tidak ada matinya, mengingat semua orang membutuhkan. Namun yang perlu terobosan adalah bagaimana cara memasarkan dan dikenal masyarakat di masa yang serba terbatas ini. Termasuk, bagaimana membuat produk yang lebih dibutuhkan pada masa pandemi ini,” tandasnya.

Salah satu desainer peserta, Dian Nutri dari APPMI Yogyakarta, mengaku pandemi covid-19, yang sudah berlangsung kurang lebih lima bulan, digunakannya untuk review ulang beragam produk yang sudah dihasilkan.

Desainer Dian Nutri , mengaku waktu selama pandemi covid-19,  digunakannya untuk review ulang beragam produk yang sudah dihasilkan, di sela virtual fashion show di Studio Fashion Teknologi BBPLK Semarang, Kamis (27/8/2020). Foto: Arixc Ardana

“Apalagi brand kita, baru setahun ini diluncurkan. Jadi waktu selama pandemi, saya gunakan untuk mempersiapkan produk baru, harapannya, ketika pandemi sudah mulai berakhir, bisa segera kita luncurkan,” terangnya.

Dalam pagelaran tersebut, dengan brand Shiroshima Indonesia, dirinya menghadirkan rancangan kombinasi batik tradisional Indonesia, dengan baju ready to wear atau siap pakai ala Jepang.

Hal senada juga disampaikan perancang Elkana Gunawan dari Semarang. Dijelaskan, penampilan rancangannya dalam fashion show tersebut, menjadi yang pertama, selama pandemi covid-19.

Dirinya pun berharap dengan semangat baru, menuju kesempurnaan, bisa terus menghasilkan kreasi desainer meski tengah pandemi covid-19.

“Saya berharap meski pandemi covid-19, para desainer Indonesia, terutama di Semarang, bisa terus berkarya. Pandemi bukan halangan kita untuk berkreativitas,” pungkasnya.

Lihat juga...