Pandemi Covid-19, BIAS Kota Semarang Dilakukan di Puskesmas

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang memastikan, meski pandemi Covid-19 masih terjadi, namun pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), berupa imunisasi lanjutan pada anak usia sekolah dasar, yang dilaksanakan pada bulan Agustus dan November 2020 tetap dilakukan.

“Program imunisasi BIAS ini, dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak, terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus. Sasarannya untuk siswa SD kelas 1. Untuk sementara, karena sekolah di Kota Semarang masih pembelajaran jarak jauh, maka BIAS akan dilakukan di Puskesmas terdekat,” papar Kadinkes Kota Semarang, Abdul Hakam di Semarang, Selasa (25/8/2020).

Dipaparkan, secara teknis, pelaksanaan imunisasi BIAS dilakukan setelah kegiatan rutin di puskesmas selesai.  Selain itu, pihaknya juga menerapkan aturan protokol kesehatan, dalam pelaksanaan BIAS. Petugas akan memakai alat pelindung diri (APD), sementara siswa dan guru pendamping juga diwajibkan menggunakan masker saat datang ke puskesmas.

Tidak hanya itu, dari puskesmas juga melakukan penjadwalan masing-masing sekolah, sehingga tidak berbarengan. Demikian juga pengaturan jadwal siswa yang akan mengikuti imunisasi, sehingga tidak terjadi kerumunan.

“Misalnya, dari sekolah A, jumlah siswa yang akan ikut imunisasi 25 orang. Tentu tidak semuanya langsung datang, pada jam atau waktu yang sama, namun terjadwal, sehingga tidak terjadi kerumunan,” terangnya.

Diterangkan, pihak sekolah yang akan mengatur penjadwalan siswa, sehingga mereka bisa langsung datang dan segera dilakukan imunisasi. “Kita juga siapkan sejumlah meja pelayanan, sehingga siswa yang datang bisa segera dilakukan imunisasi,” tandas Hakam.

Jenis imunisasi yang disuntikkan, antara lain imunisasi measles rubella (MR) untuk menghindarkan anak dari risiko cacat hingga kematian.

“Dengan pemberian imunisasi, dapat memberikan kekebalan tubuh pada anak dan mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus measles dan rubella,” tambahnya.

Rubella merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus, yang dikenal juga sebagai campak Jerman, yang kerap menyerang anak-anak dan remaja. Sementara, rubella merupakan penyakit yang berbeda dari campak, tetapi memiliki kesamaan karena sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit.

Pihaknya berharap program BIAS tersebut, dapat diikuti oleh seluruh siswa SD yang menjadi target pelaksanaan imunisasi. “Kita juga mendorong peran serta pihak sekolah dan orang tua, untuk ikut mensukseskan program BIAS 2020 ini. Agar kita semua, anak-anak kita, bisa bebas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I),” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Manyaran Semarang, Fina Lutfiya Rahmi, menyatakan kesiapan pihaknya dalam menyukseskan pelaksanaan BIAS 2020.  Diterangkan, selama pandemi Covid-19, seluruh layanan kesehatan tetap diberikan, termasuk imunisasi, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, serta aturan penyesuaian lainnya.

“Puskesmas tetap buka mulai pukul 07.00 WIB – 17.00 WIB. Pelayanan kami berikan, dengan mengedepankan protokol kesehatan. Petugas kita, yang memberikan layanan kesehatan mengenakan baju hamzat dan alat pelindung diri (APD),” paparnya.

Tidak hanya itu, setiap masyarakat yang hendak memeriksakan diri, atau mengantar pasien, saat akan masuk puskesmas, juga dicek suh badan terlebih dahulu.  “Kalau suhu tinggi, mereka akan kita pisahkan. Jadi tidak berinteraksi dengan pasien lain, yang tidak demam. Mereka juga wajib mengenakan masker,” terangnya.

Sedangkan, untuk layanan imunisasi juga tetap dilakukan, namun dengan lokasi gedung yang berbeda. “Kita pisahkan dengan layanan umum, kebetulan untuk di Puskesmas Manyaran ada satu gedung lagi di belakang, yang kita gunakan untuk imunisasi, sehingga mereka terpisah dari pasien lainnya,” pungkas Fina.

Lihat juga...