Pandemi Covid-19 Hambat Operasional PAUD di Wanareja

Editor: Koko Triarko

CILACAP – Pandemi Covid-19 membuat perekonomian masyarakat terpukul. Termasuk para wakil murid yang terpaksa tidak bisa membayar biaya sekolah, pun pihak sekolah tidak sampai hati untuk menarik iuran dari orang tua siswa.

Sementara proses pembelajaran harus terus berjalan, karena sudah masuk tahun ajaran baru. Kondisi tersebut juga dialami oleh sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kelompok Belajar (KB)  Riyaadlul Hikmah di Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap.

“Selama pandemi, kami tidak mungkin untuk menarik iuran kepada para wali murid, sementara kami posisinya bukan sekolah desa, sehingga tidak mungkin mendapatkan bantuan dari dana desa,” kata Kepala PAUD Riyaadlul Hikmah, Eti Susanti, Kamis (30/7/2020).

Kepala PAUD Riyaadlul Hikmah, Eti Susanti, di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Atas kondisi tersebut, Eti beserta guru PAUD lainnya sangat mengharapkan adanya bantuan atau subsidi dari pihak Yayasan Damandiri. Mengingat untuk proses belajar-mengajar, guru membutuhkan kuota dan ditambah lagi pada tahun ajaran baru ini, guru mulai home visit ke rumah-rumah siswa, untuk mengatasi kejenuhan siswa yang selama 4 bulan lebih belajar di rumah.

Lebih lanjut Eti Susanti menjelaskan, PAUD KB Riyaadlul Hikmah didirikan pada 2016, atas dorongan rasa keprihatinan karena belum ada PAUD di Dusun Karangsari. Bersama dengan karang taruna desa, Eti merintis pendirian PAUD.

“Saya merasa prihatin, sebab dulu anak saya sekolah PAUD harus ke Langen, sudah masuk wilayah Jawa Barat. Setiap hari saya antar dengan mengendarai sepeda motor. Kebetulan saya buka warung, jadi mengantar anak sekolah, kemudian belanja untuk keperluar warung, lalu menjemput anak dan pulang dengan motor penuh barang belanjaan,” tuturnya.

Awal berdiri, anak-anak belajar di balai dusun, namun kondisinya kurang efektif, karena posisi yang dekat jalan raya, sehingga konsentrasi belajar anak terganggu. Akhirnya pada semester berikutnya, tempat belajar dipindahkan ke rumah Eti.

Selanjutnya pada 2018, PAUD tersebut mendapatkan bantuan dari Yayasan Damandiri dengan dibangunkan gedung senilai Rp50 juta. Sehingga berdiri sekolah PAUD di Dusun Karangsari, dan anak-anak ternyata sangat bersemangat untuk sekolah, sampai jumlah siswanya melebihi kuota.

Campur tangan yayasan tidak hanya sampai pendirian gedung sekolah, para guru PAUD juga diberi pelatihan serta bantuan honor selama tahun pertama. Pelatihan tersebut meliputi cara mengajar, materi budaya dan kearifan lokal dan lain-lain. Beberapa siswa dari keluarga prasejahtera juga diberikan beasiswa.

“Bantuan untuk para guru PAUD diberikan pihak Yayasan Damandiri hanya untuk satu tahun pertama, selebihnya hanya bantuan beasiswa bagi siswa tidak mampu. Sehingga karena lamanya pandemi Covid-19, kami para guru juga kebingungan untuk menunjang operasional belajar-mengajar,” katanya.

Terpisah, Ketua KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso, mengatakan sampai saat ini memang belum ada lagi bantuan untuk para guru PAUD di Dusun Karangsari, Desa Madura. Ia berjanji akan menanyakan ke pihak yayasan terkait kemungkinan adanya bantuan operasional untuk para guru PAUD.

“Bantuan yang turun dari pihak yayasan selama pandemi ini, paket sembako untuk anggota koperasi, untuk bantuan lainnya belum ada lagi,” pungkasnya.

Lihat juga...