Pantura Timur Kluster Baru Penyumbang Covid-19 di Jateng

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Berdasarkan data corona.jatengprov.go.id per Senin (3/8/2020) pukul 12.00 WIB, jumlah pasien positif Covid-19 di Jateng yang masih dirawat mencapai 2.978 orang. Dari angka tersebut, selain Kota Semarang, persebaran terbesar berada di kabupaten/kota wilayah pantai utara Jawa (pantura) bagian timur.

“Jika dilihat data persebaran, wilayah pantura timur turut menjadi penyumbang pasien positif Covid-19 yang cukup tinggi. Misalnya, di wilayah Kabupaten Jepara, Demak dan Kudus. Meski secara keseluruhan, Kota Semarang masih menjadi penyumbang terbesar,” papar Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo di Semarang, Senin (3/8/2020).

Dari data, tercatat 195 pasien positif Covid-19 tengah dirawat di RSUD Loekmono Hadi Kudus. Sementara, ada 154 orang yang dirawat Dinkes Kabupaten Jepara dan 63 orang di RSUD Kelet Jepara.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, saat ditemui di Semarang, Senin (3/8/2020). -Foto: Arixc Ardana

Disinggung kasus di Kabupaten Jepara, Yulianto mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan testing dan tracing di wilayah tersebut. Itu merupakan langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah yang masih tinggi.

“Iya, sekarang kita melakukan tracing dan testing di sana. Karena ditemukan kasus di sekretariat Dewan, DLH (Dinas Lingkungan Hidup) dan Satpol PP,” paparnya.

Secara keseluruhan, di Kota Semarang ada 796 pasien Covid-19 yang tengah dirawat, Jepara diperingkat ke dua dengan 293 pasien, disusul Demak 290 orang, dan Kudus 231 pasien.

“Untuk itu, kita terus lakukan swab test, khususnya pada mereka yang melakukan kontak erat, dalam upaya penghentian penyebaran Covid-19. Secara keseluruhan, hingga saat ini kita sudah melakukan 138.500 tes Covid-19, baik rapid atau swab,” tandas Yulianto.

Untuk pelaksanaan tes swab secara masif, pihaknya berupaya terus dilakukan sesuai kemampuan dan kapasitas yang dimiliki. Selain itu, sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi lain.

“Kalau target, 5.000 test swab. Kita berusaha mengarah ke angka tersebut, namun bertahap sesuai kemampuan dan kapasitas. Juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi lain. Sebab, anggarannya juga besar, maka kita bertahap,” imbuhnya.

Di satu sisi, pihaknya juga mempertanyakan wilayah di Jateng yang sudah tidak ditemukan kasus Covid-19. “Kalau memang benar sudah tidak ada kasus, tentu saya menyambut gembira. Namun, jangan sampai tidak adanya kasus Covid tersebut, karena wilayah tersebut tidak melalukan rapid atau swab test kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ditegaskan, pihaknya tetap mendorong wilayah yang sudah menyatakan hijau untuk tetap melakukan test Covid-19.

“Terbaik itu, jika tetap melakukan tes dan tidak ada yang reaktif, kalau pun ada jumlahnya sedikit, sehingga bisa segera ditangani,” lanjut Yulianto.

Hal senada juga disampaikan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Diterangkan, dari hasil evaluasi rutin ditemukan angka penyebaran Covid-19 di Jateng, meningkat. Untuk itu, ia meminta Bupati/Wali Kota terus melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan hingga tes Covid-19.

“Kalau kita lihat, angka reproduksi efektif (Re/Rt) minggu ke 31 meningkat secara terus-menerus dalam empat minggu terakhir. Re/Rt di atas 1 bertambah 6 menjadi 25 dari 34 Kabupaten/Kota. Tertinggi di Kabupaten Jepara, dan tidak jelas kluster penularannya. Ini cukup berbahaya,” terangnya.

Melihat kondisi ini, pihaknya mendorong agar Kabupaten/Kota di Jateng melakukan penelusuran dan tes Covid-19 bagi kontak erat. Dirinya meminta agar Bupati/Wali Kota tidak mengabaikan pentingnya pencegahan Covid-19 tersebut.

“Sekali lagi saya ingatkan, jangan takut soal citra, jika wilayah mereka menjadi merah. Selain itu, daerah yang sudah mulai menguning atau menuju hijau jangan senang dulu, sekarang penambahan ke merah hampir merata di semua daerah,” terangnya.

Persoalan citra daerah ini, menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Pemprov Jateng, sebab masih ada daerah yang enggan menggelar tes massal kepada masyarakat. Pihaknya bahkan sampai menerjunkan tim kesehatan, ke daerah-daerah itu, untuk melakukan tes Covid-19.

“Sudah kita tes. Kita cek sendiri dari Pemprov, dan ternyata hasilnya di daerah tersebut ada yang positif. Hasilnya tentu sudah ditindak lanjuti oleh dinas terkait. Untuk itu, kepada semua kepala daerah di Jateng, ayo tidak usah takut citra jadi buruk. Terus kejar kasus positif Covid-19, agar bisa dilakukan penuntasan,” pungkasnya.

Lihat juga...