Partisipasi Aktif Masyarakat Dorong Keberhasilan Pengelolaan Sampah

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Partisipasi aktif masyarakat dalam program pemerintah dalam hal pengelolaan sampah, dinyatakan memiliki pengaruh signifikan. Sehingga, penggalakan partisipasi ini menjadi satu hal penting dan utama dalam upaya pemerintah untuk mengurangi jumlah sampah yang tidak tertangani dengan baik dan menurunkan angka sampah darat yang masuk ke laut.

Plt. Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenko Marves  Mochamad Saleh Nugrahadi, PhD menyatakan pengelolaan sampah harus dilakukan mulai dari hulu, yaitu dari sumber sampahnya.

“Jadi dilakukan pada asal muasal sampahnya, yaitu di masyarakat dan industri sebagai penghasil sampah. Ini didapat dari mana, ya dari data sampah yang didapatkan dari kajian langsung dari lapangan oleh Indonesia sendiri, bukan hanya hasil penelitian yang dilakukan secara global,” kata Saleh dalam seminar nasional terkait sampah laut, Kamis (27/8/2020).

Plt. Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenko Marves, Mochamad Saleh Nugrahadi, PhD dalam seminar online terkait sampah, Kamis (27/8/2020). -Foto Ranny Supusepa

Data sampah yang valid, lanjutnya, akan menjadi dasar yang kuat dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sampah dalam mencapai target pengurangan sampah.

“Setelah memiliki data sampah yang valid, yang selanjutnya adalah bagaimana cara merubah perilaku masyarakat untuk peduli dan berperan aktif dalam mengelola sampah serta berkolaborasi dengan pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah pun yang terlibat tidak hanya satu lembaga saja tapi merupakan kolaborasi dari 16 K/L dan semuanya berjalan dengan berpatokan pada regulasi yang ada.

“Dari yang sudah dilakukan Kemenko Marves, hingga saat ini sudah berhasil mengurangi 11,2 persen sampah dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah dan edukasi yang terus menerus tentang bahaya sampah dan cara daur ulang serta penggunaan teknologi,” tandasnya.

Peneliti Sosial Antropologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dedi Supriadi Adhuri membenarkan bahwa partisipasi masyarakat merupakan poin penting dalam upaya penanganan sampah.

Peneliti Sosial Antropologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dedi Supriadi Adhuri dalam seminar online terkait sampah, Kamis (27/8/2020. -Foto Ranny Supusepa

“Belajar dari kasus Selayar, pengelolaan sampah di pesisir memang membutuhkan suatu perspektif yang diawali dengan menemukan fokus kerja dan mengidentifikasi potensi yang ada di masyarakat,” kata Dedi dalam kesempatan yang sama.

Jika sudah teridentifikasi, baik potensi dan praktik pengelolaan tradisional yang dilakukan masyarakat baru dilakukan penggabungan antara pengetahuan dasar masyarakat dengan sains terapan.

“Dari titik ini, maka akan bisa dikembangkan jaringan, diskusi hingga mendorong partisipasi masyarakat dalam program pemerintah untuk mencapai pengelolaan pesisir yang adaptif dan kolaboratif,” ujarnya.

Setelah berjalan, maka perlu dilakukan analisa kebijakan multi level dan analisa konflik untuk mempertahankan skema kerja yang sudah ada.

“Partisipasi ini bukan hanya pada partisipasi dalam bentuk kehadiran nyata di lokasi tapi juga partisipasi dalam bentuk kemauan untuk duduk bersama dalam membicarakan dan berinovasi dalam pengelolaan sampah,” pungkasnya.

Lihat juga...