Pasar-pasar Tradisional di Pesisir Selatan Direvitalisasi

Editor: Makmun Hidayat

PESISIR SELATAN — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, secara bertahap melakukan revitalisasi atau pengembangan sarana pasar tradisional. Setidaknya ada lima unit pasar yang akan dilakukan revitalisasi sepanjang tahun 2020 ini.

Kepala Bidang Perdagangan Pesisir Selatan, Hendro Kurniawan, mengatakan, dana tersebut dikucurkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) senilai sekitar Rp20 miliar. Lima pasar itu diantaranya, Pasar Lakitan, Air Pura, Lunang, Air Haji dan Pasar Sago.

“Kita akan melakukan pembangunannya secara bertahap. Sekarang ada yang tengah pengerjaan yang sedang berlangsung. Sesuai rencana bakal dibangun dua tingkat. Untuk sementara waktu, kami siapkan ruko darurat bagi pedagang pasar yang akan direvitalisasi yakni Surantih, Kecamatan Sutera, menjadi dua tingkat dengan anggaran senilai Rp2,2 miliar,” katanya, Kamis (27/8/2020).

Kepala Bidang Perdagangan Pesisir Selatan, Hendro Kurniawan saat berada di ruang kerjanya belum lama ini. -Foto: M. Noli Hendra/Dok.

Menurutnya, rencana pembangunan Pasar Surantih, sudah direncanakan sejak lama. Namun, karena berbagai hal akhirnya baru dapat terealisasi sekarang ini. Bahkan, pembangunan sejumlah pasar di daerah berjuluk Negeri Sejuta Pesona itu, masuk dalam program strategis pemerintah daerah.

Dikatakannya dengan tuntasnya pembangunan pasar itu nanti, maka Pasar Surantih akan menjadi pasar yang termegah di Pesisir Selatan.  “Bila memungkinkan, maka kita akan berupaya untuk menggaet dana dari kementerian untuk melanjutkan pembangunannya,” ucap Hendro.

Dia mengungkapkan bahwa pihaknya masih tetap intens melakukan komunikasi dengan pihak kementerian. Hal demikian dilakukan agar pembangunan tahap duanya bisa dilakukan dengan tuntas, melalui dukungan pembiayaan dari Kementerian Perdagangan sebagaimana harapan masyarakat.

“Selain Pasar Surantiah, tahun 2020 ini pihaknya juga mengajukan anggaran sebesar Rp20 miliar ke pemerintah pusat untuk membangun dan merevitalisasi lima pasar di daerah itu,” ujarnya lagi.

Sementara, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan bahwa selama rentang tahun 2019 alokasi dana yang telah digunakan untuk pembangunan pasar di daerah itu mencapai Rp 24,7 miliar.

Dana yang berasal dari kabupaten maupun dari pusat itu, digunakan untuk pembangunan dan merevitalisasi 11 pasar rakyat. Diantaranya, Pasar Batang Kapas, Pasar Cupak, Kambang, Mandeh, Lumpo, Sungai Sirah Silaut, Tapan, Inderapura, Muara Sakai, Balai Selasa, dan Pasar Labuhan.

“Memang cukup banyak pasar tradisional di Pesisir Selatan ini, makanya ke depan kita berupaya secara bertahap melakukan merevitalisasi pasar-pasar itu. Sehingga muncul kenyamanan dan secara tidak langsung berdampak baik bagi pedagang di pasar,” sebutnya.

Lihat juga...