Pasokan Air Lancar Dukung Sanitasi Lingkungan Kala Kemarau

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kebutuhan air bersih jadi hal vital bagi masyarakat di perbukitan Merut, salah satu wilayah di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel).

Sumur Mojang, salah satu sumur yang tetap terjaga pasokan airnya jadi alternatif warga memenuhi kebutuhan air bersih kala kemarau. Ahmad, salah satu warga setempat mengaku sumur miliknya mulai menyusut.

Kebutuhan air bersih disebutnya sangat diperlukan untuk mandi, minum dan buang air besar (BAB). Sebab program sanitasi total berbasis masyarakat di wilayah tersebut menganjurkan masyarakat memiliki jamban sehat.

Kebutuhan air bersih yang diperoleh dari sumur Mojang dikumpulkan pada bak penampungan untuk kebutuhan harian. Proses pengambilan air memanfaatkan jeriken dan galon.

Sejumlah warga Dusun Merut yang memiliki sumur gali dan mulai kekurangan air sebelumnya memanfaatkan sumur Mojang. Namun Ahmad menyebut warga telah mendapat subsidi sumur bor melalui program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-108 oleh Kodim 9421/Lampung Selatan. Hanya warga di dusun yang kesulitan air masih memanfaatkan sumur Mojang.

“Sebelumnya saat penghujan sumur dalam yang kami miliki memang masih bisa memenuhi kebutuhan air bersih namun memasuki kemarau debitnya mulai menyusut, sumur Mojang bisa jadi tumpuan bagi warga yang wilayahnya tidak memiliki fasilitas sumur bor,” terang Ahmad saat ditemui Cendana News, Jumat (7/8/2020).

Kebutuhan air bersih kala kemarau menurutnya sangat penting. Sebab sejumlah peralatan rumah tangga harus selalu dicuci dari debu. Potensi debu beterbangan penyebab infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) bisa diantisipasi dengan penyiraman.

Meski kemarau pasokan air untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus tetap dipenuhi untuk menjaga kesehatan keluarga terutama untuk mandi.

Khusus untuk kebutuhan air minum Ahmad menyebut memilih membeli air galon. Memiliki isi 19 liter air galon bisa dipergunakan untuk memasak dan minum. Sebagian warga yang memiliki sumur dengan debit air yang mulai menyusut memilih membeli dari pedagang air dengan tangki. Antisipasi kemarau sejumlah warga telah menyiapkan tandon khusus.

“Antisipasi kemarau tentunya sangat diperlukan, bagi wilayah yang bisa dibuat sumur bor komunal bisa menjadi solusi kebutuhan air kala kemarau,” paparnya.

Fatonah, warga Dusun Merut, Desa Hatta menyebut saat kemarau warga kerap kesulitan air. Sebagian warga yang memiliki sumur gali akan memanfaatkan air untuk kebutuhan harian.

Fatonah, warga Dusun Merut, Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan mempergunakan fasilitas bak penampungan air untuk kebutuhan harian dari sumur bor komunal, Jumat (7/8/2020) – Foto: Henk Widi

Sebagian warga yang tidak memiliki sumur gali memilih memanfaatkan selang dari sumber mata air. Selang akan disalurkan ke bak penampungan untuk mandi, mencuci dan buang air besar.

“Debit air saat kemarau mulai menyusut, biasanya kami minta dari tetangga atau mengambil dari sumur Mojang, tapi kini ada sumur bor komunal,” cetusnya.

Sumur bor komunal yang dibangun oleh Kodim 421/Lamsel menurut Fatonah membantu warga. Selain memakai selang, warga bisa memanfaatkan air bersih dengan memakai galon.

Sebab dengan ketersediaan air bersih warga bisa meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan. Pasokan air bersih yang lancar menurut Fatonah membuat warga membangun jamban sehat sehingga tidak melakukan buang air besar sembarangan.

Tumenggung Lekok, kepala desa Hatta, Kecamatan Bakauheni menyebut peningkatan sanitasi lingkungan erat kaitannya dengan ketersediaan air. Salah satu dusun yang mendapat prioritas fasilitas air bersih diantaranya Dusun Merut. Sebab dusun yang berbatasan dengan Desa Kelawi tersebut mengalami kendala akses jalan dan kebutuhan air.

“Selain jalan, jembatan program TMMD Kodim 421 Lamsel memberi subsidi sumur bor yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan harian,” paparnya.

Peningkatan akses air bersih bagi warga menurut Tumenggung Lekok memiliki dampak positif. Sebab saat kemarau warga harus melakukan penghematan air.

Keberadaan sumur bor bisa dimanfaatkan warga untuk memenuhi air minum, mencuci. Pasokan air yang lancar sekaligus mendukung program kesehatan melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) salah satunya dengan jamban sehat dan cuci tangan pakai sabun.

Lihat juga...