Pembangunan Jalan Produksi Sawit di Musi Banyuasin Perlu Dioptimalkan

SEKAYU  – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, mengupayakan pembangunan jalan produksi perkebunan kepala sawit dengan mengakses pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex di Sekayu, Kamis, mengatakan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memiliki alokasi dana untuk  sarana dan prasarana program Peremajaan Sawit Rakyat.

“Ini yang akan kami kejar, sehingga saat panen nanti petani tidak kesulitan karena jalan produksi sudah ada,” kata Dodi.

Ia mengatakan jika hal terealisasi maka Muba tidak perlu mengeluarkan dana APBD untuk pembangunan jalan produksi tersebut.

Bukan hanya pembangunan, Kabupaten Muba juga mengharapkan alokasi dana BPDPKS untuk peningkatan dan pemeliharaan jalan produksi tersebut.

“Jika jalan produksi bagus maka biaya angkut akan murah sehingga pendapatan petani akan bertambah,” kata dia.

Selain itu, kelengkapan sarana penunjang produksi kepala sawit ini juga masuk dalam kriteria sertifikasi ISPO (Indonesia Sustainble Palm Oil) sawit berkelanjutan.

Program Peremajaan Sawit Rakyat di Musi Banyuasin menjangkau areal seluas 12.388 Hektare (Ha). Pada 2020, pemkab setempat mengusulkan penambahan 5.200 Ha yang hingga periode Juni tahun 2020 terealisasi 2.900 Ha.

Program PSR menjadi yang terluas di Indonesia sejak diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 2017.

Sejauh ini terdapat 4.446 Ha perkebunan sawit yang memasuki masa produksi atau menjelang Tanaman Menghasilkan (TM).

Kepala Dinas Perkebunan Muba, Akhmad Toyibir, menambahkan untuk menggaet  dana sarana dan prasarana BPDPKS ini, pemkab menyempurnakan laporan kinerja program PSR yang dikirimkan secara online.

“Saat ini kami sedang melakukan inventarisir terkait laporan kemajuan pelaksanaan program PSR yang dilakukan pekebun kelapa sawit swadaya,” kata dia. (Ant)

Lihat juga...