Pembiayaan Utang Negara Melonjak Signifikan

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi pembiayaan utang hingga Juli 2020 mencapai Rp519,2 triliun. Angka tersebut melonjak signifikan hingga 118 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebesar Rp238 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, bahwa melonjaknya pembiayaan utang itu disebabkan oleh kenaikan defisit anggaran sebesar 79,5 persen akibat wabah pandemi Covid-19 yang menghantam seluruh dunia, termasuk Indonesia.

“Naik sangat tinggi dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 118 persen karena ini untuk mendanai defisit yang realisasinya mencapai Rp330,2 triliun atau 31,8 persen dari target,” ujar Menkeu dalam konferensi pers APBN Kita, yang dihelat secara virtual, Selasa (25/8/2020).

Menkeu menambahkan, realisasi pembiayaan utang itu setara 42,5 persen dari yang ditargetkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72/2020. Pada Perpres tersebut, pembiayaan utang pemerintah ditentukan mencapai Rp1.220,5 triliun.

“Pembiayaan utang tidak bisa dihindari karena penerimaan negara hingga Juli hanya Rp922,2 triliun atau 54,3 persen dari target. Sementara itu, belanja negara tercatat Rp1.252,4 triliun atau 45,7 persen dari pagu,” tukas Menkeu.

Jika diperinci, pembiayaan utang pemerintah terdiri atas Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman. Pembiayaan utang melalui penerbitan SBN tercatat senilai Rp513,4 triliun atau naik 110,1 perseb dari periode yang sama tahun lalu.

Dalam pembiayaan utang melalui penerbitan SBN, pemerintah juga menjual SBN kepada Bank Indonesia (BI), baik melalui mekanisme pasar maupun penawaran langsung. BI dalam hal ini berperan sebagai standby buyer.

“BI berdasarkan SKB I bulan April telah berpartisipasi Rp42,965 triliun, sedangkan pada SKB II menunjukkan adanya burden sharing yang terealisasi sebesar Rp82,1 triliun,” ujar Sri Mulyani.

Untuk pembiayaan utang yang bersumber dari pinjaman, tercatat Rp5,8 triliun atau 12,4 persen dari target tahun ini sebesar Rp46,7 triliun. Realisasi tersebut juga naik signifikan sebesar 191,4 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Lihat juga...