Pemda Sikka Tata Destinasi Wisata Pantai Koka

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Pemerintah Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, melalui Dinas Pariwisata dan Kabudayaan, akan melakukan penataan dan penguatan kapasitas masyarakat sekitar Pantai Koka di Kecamatan Paga.

Penguatan kapasitas dilakukan agar masyarakat sekitar yang berjualan serta mengelola perpakiran dan toilet di destinasi wisata ini bisa melayani wisatawan yang berkunjung dengan baik.

“Kami sudah berbicara dengan masyarakat di daerah tersebut, dan mereka juga merespons keinginan yang kami sampaikan,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Petrus Polling Wairmahing, Selasa (11/8/2020).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Poling Wairmahing, saat ditemui di kantornya, Senin (11/8/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Menurut Petrus, selama ini pihaknya mendapatkan keluhan dari masyarakat soal pelayanan di destinasi wisata ini, sehingga membuat kunjungan wisatawan berkurang.

Dia mengatakan, masyarakat sekitar lokasi objek wisata pun mengakuinya dan bersedia untuk berbenah dalam memberikan pelayanan, dan pihaknya sudah berkomunikasi dengan pemerintah desa setempat.

“Pemerintah desa juga sudah sepakat, namun Peraturan Desa (Perdes) soal retribusi di pantai wisata ini sedang dibuat. Kami masih menunggu pembuatan Perdes tersebut oleh pemerintah desa,” ungkapnya.

Petrus berharap, Perdes segera terbit sehingga pihaknya pun segera menyusun berbagai kebijakan untuk pengembangan destinasi wisata ini, agar minimal bisa menarik kunjungan wisatawan lokal dan domestik terlebih dahulu.

Lukas Lura, warga kabupaten Sikka, mengakui adanya penurunan wisatawan ke Pantai Koka, karena pengelolaannya belum tertata dengan baik, setelah pantai ini ramai dikunjungi wisatawan.

Berbagai fasilitas pun perlu segera dibenahi dan ditata lebih baik lagi, termasuk pelayanan yang diberikan kepada pengunjung yang datang agar tidak mengecewakan.

“Pelayanan yang diberikan harus lebih baik lagi, agar jangan sampai wisatawan kecewa dan tidak lagi berkunjung ke Pantai Koka. Kebersihan tempat wisata pun harus dijaga, karena wisatawan asing paling tidak suka melihat sampah, terlebih sampah plastik dibuang sembarangan,” ujarnya.

Pantai Koka, sebut Lukas, merupakan salah satu pantai wisata yang menarik untuk dikunjungi, karena terdapat pulau-pulau kecil dan bukit serta memiliki dua sisi pantai, baik sisi selatan maupun barat.

Dikatakannya, lokasi wisata ini mudah dijangkau dari Kota Maumere dan berada tak jauh dari jalan negara trans Flores Maumere-Ende, sehingga sangat strategis untuk dikunjungi.

“Kalau ditata dengan lebih baik, tentu akan banyak wisatawan yang berkunjung ke pantai ini. Retribusinya pun harus jelas serta harga jual makanan dan minuman jangan terlalu mahal dan membebani wisatawan,” sarannya.

Lihat juga...