Pemerintah Tingkatkan Penerima Beasiswa Pendidikan Dokter

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersepakat untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) Kesehatan melalui peningkatan jumlah penerima beasiswa program magister, doktor, dan dokter spesialis. Komitmen itu dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman antara BPPSDM Kemenkes dan LPDP Kemenkeu.

“Kerja sama ini kita lakukan dalam rangka pemenuhan dan pemerataan kebutuhan distribusi tenaga medis secara nasional sampai ke kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Untuk itu dibutuhkan dukungan anggaran agar cita-cita ini bisa terwujud,” terang Menkes, Terawan Agus Putranto, Rabu (12/8/2020) di Jakarta.

Sejak tahun 2008 hingga saat ini, program beasiswa kesehatan oleh BPPSDM telah diikuti oleh 8.096 peserta. Adapun mereka yang telah menyelesaikan program dokter spesialis, sub spesialis dan dokter gigi sebanyak 5.866 peserta, semuanya tercatat telah mengabdi di beberapa wilayah di Indonesia.

Meski demikian, Terawan menilai, jumlah tersebut belum cukup memenuhi kebutuhan tenaga medis secara merata di Indonesia. Atas hal itu, dibutuhkan percepatan dalam peningkatan jumlah tenaga medis tersebut.

“Sekali lagi dukungan anggaran dari LPDP Kemenkeu untuk melengkapi dana APBN di Kemenkes sangat penting. Kami juga berharap kerja sama ini dapat mempercepat realisasi SDM Unggul khususnya di bidang kesehatan,” tukas Menkes.

Di forum yang sama, Menkeu Sri Mulyani menyampaikan, bahwa sejak tahun 2012 pemerintah secara rutin menyisihkan dana dari APBN dengan akumulasi hingga pertengahan 2020 sebesar Rp51,12 triliun untuk dikelola LPDP.

“Sejak 2013 hingga saat ini, sebanyak 24.926 orang menjadi penerima beasiswa LPDP dan 594 dokter umum menempuh pendidikan dokter spesialis pada berbagai bidang (kolegium) dimana pemilihan bidang dimaksud telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan selaku pemangku kepentingan atas profesi ini,” jelas Menkeu.

Senada dengan Menkes. Menkeu juga menyampaikan bahwa investasi di bidang kesehatan merupakan investasi yang mendesak, penting, dan sangat dibutuhkan oleh setiap negara tidak terkecuali Indonesia.

“Semoga kerjasama ini dapat mendorong tercetaknya tenaga-tenaga kesehatan yang unggul dan mumpuni sehingga turut membangun dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia secara lebih luas,” pungkas Menkeu.

Lihat juga...