Pemkot Bogor Terapkan PSBB Komunitas

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, saat melakukan pengecekan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di SDN Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Senin (24/8/2020) – foto Ant

BOGOR – Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan, Pemerintah Kota Bogor memilih untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berbasis komunitas. Penerapannya di tingkatan kelurahan dan Rukun Warga (RW).

“Kita tidak mungkin mundur ke PSBB sebelumnya, yang berskala Kota Bogor. PSBB itu kan skalanya besar, sudah tidak tepat. Ke depan kita akan ke PSBB berbasis komunitas,” kata Bima Arya, di sela kunjungan untuk mengecek pembelajaran jarak jauh (PJJ) ke beberapa sekolah di Kecamatan Bogor Selatan, Senin (24/8/2020).

Menurut Bima Arya, Pemerintah Kota Bogor tidak akan mundur untuk menerapkan PSBB, meskipun penyebaran COVID-19 di Kota Bogor saat ini trendnya meningkat. Dan penularannya telah bergeser pada klaster keluarga. Konsep PSBB berbasis komunitas saat ini lebih tepat diterapkan untuk menekan penyebaran COVID-19 di lingkungan keluarga dan permukiman. Laporan yang diterima Bima menyebut, klaster keluarga di Kota Bogor saat ini sudah meningkat lagi menjadi 43 keluarga, dengan jumlah kasus positif COVID-19 sebanyak 157 kasus.

Sebagian besar kasus positif COVID-19 baru adalah karena terpapar dari orang di lingkungan keluarga yang aktif, dan orang yang tampak sehat tapi sebenarnya pembawa virus atau Orang Tanpa Gejala (OTG). “Sebagian besar penularan COVID-19 di keluarga dan komunitas, karena penularan dari OTG yang aktif. Kalau kita pelajari polanya, ada orang lanjut usia dan anak-anak di rumah yang tidak kemana-mana, tapi bisa terpapar COVID-19,” jelas Bima.

Karena itu, pada penerapan PSBB berbasis komunitas, Pemerintah Bogor akan memaksimalkan peran para relawan dan komunitas yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bogor. Mereka akan memantau dan menelusuri kasus dan potensi dari munculnya kasus baru. “Kita akan fokus pada basis komunitas. Ada komunitas pendidikan, karang taruna, PKK, dan anak-anak muda. Semua kita minta bantuannya untuk berperan serta melakukan kampanye masif COVID-19 sampai ke tingkat keluarga,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...