Pemkot Semarang Larang Lomba Agustusan

Editor: Koko Triarko

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memaparkan, pihaknya segera merealisasikan rencana pembangunan Kota Semarang, yang sempat terhenti akibat pandemi covid-19, saat ditemui di Semarang, Senin (17/8/2020). Foto: Arixc Ardana

SEMARANG – Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, memaksa Pemerintah Kota Semarang mengeluarkan kebijakan pelarangan segala bentuk perlombaan dalam rangka peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus.

“Kota Semarang masih zona merah, untuk itu lomba-lomba dalam rangka peringatan kemerdekaan 17 Agustus, tidak diperbolehkan. Peringatan kita arahkan ke kegiatan tirakatan di lingkungan RT masing-masing,” papar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, di Semarang, Kamis (6/8/2020).

Pihaknya berharap, dengan pelarangan berbagai kegiatan perlombaan tersebut, dapat mencegah penyebaran Covid-19.  Terlebih, sering kali penyelenggaraan lomba berpotensi mengumpulkan massa untuk berkerumun.

“Sementara untuk upacara bendera dalam rangka peringkatan HUT kemerdekaan Republik Indonesia, akan tetap dilaksanakan pada hari H, namun dengan personel terbatas dan menerapkan protokol kesehatan. Termasuk, upacara di Balai Kota Semarang, personelnya terbatas, tidak banyak,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi, panggilan Wali Kota Semarang, juga memaparkan pihaknya bersiap menerapkan kebijakan pemberian saksi, bagi masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan, khususnya tidak mengenakan masker di tempat umum.

“Dalam beberapa hari ke depan, akan ada perubahan tentang kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Salah satunya penerapan aturan pemberian sanksi bagi yang tidak pakai masker,” katanya.

Terlebih, saat ini sudah turun Inpres Nomor 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan, dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“Saat ini, masih kita bahas, terutama oleh bagian hukum Setda Kota Semarang. Pokoknya nanti dalam waktu dekat akan muncul peraturan yang tidak pakai masker akan diberi sanksi. Sanksinya apa? Ya, ini sedang diproses,” tambahnya.

Dirinya berharap, dengan peraturan tersebut, tidak akan memberatkan masyarakat. Namun, justru makin menambah rasa disiplin mereka dalam menerapkan protokol kesehatan, sebagai upaya pencegahan Covid-19.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, menandaskan, pihaknya siap mengawal peraturan wali kota (perwal) terkait kewajiban penerapan protokol kesehatan, termasuk penerapan sanksi bagi yang melanggar.

“Selama ini, kita juga terus menggelar razia dan patroli di berbagai fasilitas umum, seperti pasar, mall dan lainnnya, untuk menyadarkan masyarakat agar tetap memakai masker dan menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Diakui Fajar, dalam perwal PKM yang berlaku saat ini, sanksi bagi masyarakat yang tidak memakai masker masih belum ada. Namun, untuk memberikan efek jera bagi mereka yang tidak memakai masker, Satpol PP Kota Semarang sudah memberikan sanksi berupa push up dan melafalkan Pancasila.

Tidak hanya sekadar memberikan sanksi, razia yang dilakukan juga diikuti edukasi dan sosialisasi tentang pencegahan Covid-19 kepada masyarakat, termasuk pemberian masker bagi yang belum memiliki.

Lihat juga...