Peneliti: Kelemahan Media ‘Mainstream’ Utamakan Kecepatan Berita

TANJUNG SELOR – Devie Rahmawati, Peneliti dan Pengajar Vokasi UI (Universitas Indonesia), mengungkapkan salah satu kelemahan media “mainstream” (arus utama) karena kadang lebih mengutamakan kecepatan, bukan ketepatan berita.

Hal itu disampaikan Devie, yang Direktur Kemahasiswaan UI di dalam acara “Ngopi Coi” (Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia) live Radio Kaltara di Tanjung Selor, Kamis (6/8/2020).

Padahal, peran wartawan dan media akan selalu menjadi “oase” dari 3K (Kebingungan, Ketakutan dan Keraguan) publik atas berbagai informasi.

“Terutama berita yang tidak benar dan tidak dipercaya seputar ekonomi, politik hingga pandemik,” tuturnya, dalam acara yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltara itu.

Di tengah arus kecepatan, ia mengatakan memang ketepatan dalam menyampaikan informasi seakan tertinggal dari lokomotif informasi yang deras menghampiri publik.

“Hal ini yang terkadang menyebabkan informasi yang jurnalis hasilkan dalam waktu yang panjang, menjadi tergulung oleh informasi yang tidak terverifikasi, karena alasan kecepatan,” imbuhnya.

Ia berharap, agar pemerintah berperan aktif membantu jurnalis melalui berbagai pelatihan mengidentifikasi berita bohong.

“Pelatihan juga untuk mengasah kemampuan wartawan agar membanjiri media sosial dengan berita yang telah mereka verifikasi,” ujarnya.

Pasalnya berdasarkan penelitian, menunjukkan media “mainstream” kurang banyak membanjiri media sosial untuk mensosialisasikan berita baik dan benar.

Pembicara lain hadir Letkol Laut Setyo Pranowo, Kepala Seksi Partisipasi Masyarakat BNPT dan Kepala Bidang Humas FKPT Kaltara, Datu Iskandar Zulkarnaen.

Acara dengan tema “Indonesia adalah Kita” dihadiri 80 orang peserta Babinkantibmas, Bimas, Lurah, Jurnalis Kampus, Wartawan dan Humas bertempat di Hotel Pangeran Khar, Tanjung Selor. (Ant)

Lihat juga...