Penerapan Protokol Kesehatan di Banda Aceh Diminta Diperketat

Arsip Foto - Petugas medis mengambil sampel swab tenggorokan salah seorang warga dalam pemeriksaan swab massal terkait COVID-19 di Kota Banda Aceh, beberapa waktu lalu. (ANTARA)

BANDA ACEH – Penerapan protokol kesehatan di Banda Aceh diminta diperketat. Semua pengelola area perkantoran di wilayah ibu kota Provinsi Aceh itu diharapkan memperketat penerapan protokol kesehatan, guna mencegah penularan COVID-19.

“Semua harus waspada, jangan anggap sepele karena pandemi masih berlangsung. Area perkantoran diharap lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan, terlebih bidang pelayanan,” kata Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman.

Terlebih lagi, Aminullah menyebut , Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, juga telah terkonfirmasi positif COVID-19, berdasarkan hasil uji sampel tes usap di Laboratorium Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). “Kondisi Pak Wakil alhamdulillah baik-baik saja, tidak menunjukkan gejala penyakit pada umumnya,” tandasnya.

Dengan kondisi tersebit Ia mengingatkan, masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi penularan virus itu. “Namun kita tetap harus terus waspada. Penyakit ini datang tak diduga-duga, sayangi diri dan keluarga dengan terus mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Aminullah meminta, setiap kantor harus menyediakan wastafel atau tempat mencuci tangan dengan air yang mengalir, yang dilengkapi dengan sabun. Selain itu, setiap pegawai yang tidak mengenakan masker saat jam kerja di luar kantor harus ditindak tegas. “Kita harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, jangan ada yang berkumpul apalagi dengan masih pakaian dinas,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...